Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

103 Titik Percontohan Koperasi Merah Putih Siap Diresmikan Presiden, Jadi Model Kemandirian Ekonomi Desa
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 18-07-2025 | 12:08 WIB
ngeng-solo.jpg Honda-Batam
Jumpa pers sejumlah Menteri usai Rapat Koordinasi Terbatas di lokasi peluncuran Koperasi Merah Putih, Minggu (13/7/2025). (Kemenkop)

BATAMTODAY.COM, Klaten - Sebanyak 103 koperasi percontohan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dipastikan siap diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025 mendatang di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peluncuran ini menjadi bagian dari program nasional pengembangan 80.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih yang digagas oleh pemerintah pusat melalui kolaborasi 18 kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah. Koperasi ini dirancang sebagai pusat layanan ekonomi rakyat di tingkat desa.

"Sebanyak 103 titik percontohan telah ditetapkan sebagai model awal Kopdes/Kel Merah Putih. Ini akan menjadi acuan replikasi nasional," ujar Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi usai memimpin Rapat Koordinasi Terbatas di lokasi peluncuran, Minggu (13/7/2025).

Koperasi Modern sebagai Simbol Kemandirian Desa

Budi Arie menegaskan bahwa Kopdes/Kel Merah Putih bukan sekadar koperasi konvensional. Koperasi ini disiapkan menjadi badan usaha multi-fungsi yang akan mengelola berbagai layanan dasar masyarakat desa, mulai dari penyediaan sembako, layanan kesehatan murah, simpan pinjam, hingga distribusi logistik.

"Bahkan koperasi ini akan ditugaskan untuk menyalurkan program pemerintah seperti PKH, subsidi gas, dan pupuk bersubsidi. Ini adalah simbol gotong royong dan instrumen kemandirian ekonomi desa," tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wamenkop UKM Ferry Juliantono, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, serta sejumlah pejabat dari kementerian lain, termasuk Wamendes Ahmad Riza Patria, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Didukung Perbankan dan Lembaga Pembiayaan

Untuk memperkuat percontohan ini, pemerintah melibatkan berbagai lembaga keuangan nasional seperti BRI, BNI, Mandiri, BSI, serta Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Skema pembiayaan disusun agar koperasi mudah mengakses dana namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

"Bagi koperasi yang menerima pembiayaan LPDB, mereka harus punya usaha nyata dan rencana bisnis yang realistis. Ini untuk menjamin dampak langsung kepada masyarakat," jelas Budi Arie.

81 Ribu Koperasi Sudah Terbentuk Secara Nasional

Hingga 13 Juli 2025, tercatat sebanyak 81.147 Kopdes/Kel Merah Putih telah terbentuk melalui musyawarah desa khusus (musdesus) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 77.888 koperasi telah memiliki badan hukum resmi yang tercatat di Kementerian Hukum dan HAM RI.

Setelah peluncuran resmi oleh Presiden, pemerintah akan mengarahkan fokus pada penguatan kapasitas koperasi melalui program pelatihan pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, serta digitalisasi layanan.

"Kami optimistis, dengan sinergi berbagai pihak, Kopdes/Kel Merah Putih akan menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi berbasis desa," pungkas Budi Arie.

Editor: Gokli