Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sebanyak 2.116 Inovasi Lolos Seleksi Awal KIPP 2025, KemenPANRB Dorong Replikasi Layanan Publik Unggulan
Oleh : Redaksi
Rabu | 16-07-2025 | 12:08 WIB
Otok.jpg Honda-Batam
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru. (Foto: KemenPANRB)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025 resmi memasuki tahap krusial setelah sebanyak 2.116 inovasi dari 339 instansi pusat dan daerah, BUMN, dan BUMD dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Seluruh inovasi tersebut kini diserahkan kepada Tim Evaluasi (TE) yang berasal dari 10 perguruan tinggi di Indonesia untuk proses penilaian lanjutan.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Otok Kuswandaru, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para evaluator yang bekerja intensif dalam waktu terbatas untuk menyeleksi inovasi yang berpotensi menjadi model pelayanan publik nasional.

"Kami sangat menghargai semangat keilmuan dan komitmen para Tim Evaluasi. Bapak-Ibu tidak hanya mewakili institusi akademik, tetapi juga membawa semangat transformasi dalam pelayanan publik Indonesia," ujar Otok dalam Sidang Pleno Evaluasi KIPP 2025 yang diselenggarakan secara daring, Senin (14/7/2025), demikian dikutip laman resmi KemenPANRB.

Penilaian Ketat Berbasis Indikator dan Replikasi

Penilaian terhadap proposal berlangsung sejak 30 Juni hingga 13 Juli 2025 dan dilakukan sesuai Pedoman Menteri PANRB Nomor 4/2025, yang menekankan penilaian berbasis indikator terukur dan metode peer review. Salah satu syarat penting dalam penilaian adalah inovasi harus memenuhi passing grade minimal 85 dan diutamakan bagi yang telah berhasil direplikasi di daerah lain.

Tim Evaluasi juga melakukan konsolidasi internal sebelum sidang pleno, untuk menyepakati Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik pada dua kategori: Kelompok Umum dan Kelompok Replikasi.

"KIPP bukan sekadar lomba, melainkan alat kebijakan untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Inovasi yang bisa direplikasi di berbagai daerah akan menjadi pondasi kebijakan pelayanan publik nasional," tambah Otok.

Menteri PANRB juga telah menekankan pentingnya scaling-up inovasi agar mampu menjangkau lebih luas dan menjadi model pelayanan di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga mitigasi bencana. "Bu Menteri berpesan agar KIPP menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya bisa muncul di satu tempat, tapi dapat diterapkan secara nasional dan menjadi kebijakan kolektif," imbuh Otok.

Menuju Penilaian Panel Independen

Dalam sidang pleno, tiap Tim Evaluasi mempresentasikan nominasi inovasi dari tim kecil masing-masing, lalu dilakukan penandatanganan Berita Acara Penetapan Finalis. Ketua TE KIPP 2025, Fadillah Amin, secara resmi menyerahkan daftar finalis kepada Ketua Tim Sekretariat KIPP, Otok Kuswandaru.

Selanjutnya, finalis akan menjalani penilaian kelayakan replikasi (scaling-up) oleh Tim Panel Independen (TPI) dan masyarakat umum, yang dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Juli 2025.

Editor: Gokli