Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Prabowo Kukuhkan Kemitraan Strategis Indonesia dan Uni Eropa, Sepakati Finalisasi IEU-CEPA
Oleh : Redaksi
Rabu | 16-07-2025 | 10:48 WIB
IEU-CEPA.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Uni Eropa melalui rangkaian pertemuan strategis yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Brussel, Belgia, pada 12-13 Juli 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa. Serangkaian pertemuan tingkat tinggi ini menghasilkan sejumlah capaian signifikan, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kerja sama global yang inklusif.

Pada pertemuan di Gedung Berlaymont, Presiden Prabowo dan Presiden von der Leyen menyepakati penyelesaian negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah berlangsung selama satu dekade.

"Hari ini kita mencatat sebuah terobosan besar. Setelah 10 tahun perundingan, akhirnya kita menyepakati kemitraan ekonomi yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas. Ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dan akan membuka banyak peluang di sektor industri utama, pertanian, otomotif, dan jasa," ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama, demikian dikutip laman resmi Kemlu.

Presiden von der Leyen turut menyambut baik pencapaian tersebut dan menilai momentum ini sangat tepat untuk memperkuat hubungan jangka panjang kedua pihak. "Perjanjian ini dibangun di atas dasar kepercayaan, resiprositas, transparansi, dan nilai-nilai bersama yang akan mempererat kemitraan strategis kita," tuturnya.

Di luar sektor ekonomi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menggarisbawahi besarnya interaksi antara masyarakat Indonesia dan Eropa, termasuk jutaan wisatawan dan ribuan pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Eropa setiap tahun.

"Kami ingin lebih banyak generasi muda Indonesia belajar di Eropa. Kami juga terbuka terhadap kehadiran lembaga pendidikan dan rumah sakit asing di Indonesia sebagai bagian dari keterlibatan global yang positif," jelas Presiden Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Presiden von der Leyen mengumumkan penerapan kebijakan visa cascade bagi warga negara Indonesia. Kebijakan ini memungkinkan pengunjung yang sudah pernah ke Uni Eropa memperoleh visa Schengen multi-entri, sehingga mendukung kemudahan mobilitas untuk kegiatan studi, investasi, dan bisnis.

Dalam pertemuan terpisah di Gedung Europa, Presiden Prabowo dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menegaskan pentingnya kemitraan Indonesia-Uni Eropa dalam menjaga stabilitas dunia. Prabowo menyatakan bahwa tatanan global kini bergerak menuju sistem multipolar yang memerlukan peran aktif dari kekuatan besar untuk menjaga perdamaian dan keadilan internasional.

"Eropa merupakan mitra penting dalam menjaga tatanan dunia yang damai. Dengan sumber daya strategis Indonesia dan posisi kami di ASEAN, kemitraan ini akan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi dan geopolitik global," ujar Presiden Prabowo.

Presiden Antonio Costa menyampaikan dukungan terhadap visi pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo dan memuji peran Indonesia sebagai mitra kunci Uni Eropa, serta sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara dengan pengaruh global yang kian menguat.

Masih dalam rangkaian kunjungan, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan kehormatan dengan Raja Belgia, Raja Philippe, di Istana Laeken. Dalam pertemuan empat mata yang berlangsung hangat, keduanya bertukar pandangan mengenai kerja sama bilateral dan isu strategis yang menjadi kepentingan bersama. Presiden Prabowo dilepas langsung oleh Raja Philippe sebelum melanjutkan perjalanan ke Prancis untuk menghadiri peringatan Hari Bastille sebagai tamu kehormatan.

Presiden Prabowo juga menyempatkan diri bertemu langsung dengan masyarakat Indonesia di Brussel. Ratusan diaspora hadir, mulai dari pelajar, tenaga profesional, hingga keluarga Indonesia yang telah menetap lama di Belgia. Dalam suasana akrab, Presiden mendengarkan aspirasi mereka dan menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-Uni Eropa harus memberikan manfaat nyata, termasuk perlindungan dan kesejahteraan bagi WNI di luar negeri.

Kunjungan kenegaraan ini mencerminkan komitmen kedua pihak untuk memperkuat kemitraan strategis yang setara, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Dengan kesepakatan finalisasi IEU-CEPA dan berbagai terobosan diplomatik lainnya, Indonesia dan Uni Eropa diharapkan dapat membangun masa depan global yang lebih inklusif, stabil, dan berkelanjutan.

Editor: Gokli