Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Pastikan Pendampingan bagi Jemaah Indonesia yang Masih Dirawat di Arab Saudi
Oleh : Redaksi
Senin | 14-07-2025 | 14:48 WIB
Nasrullah-Jasam1.jpg Honda-Batam
Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam. (Foto: Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 H secara resmi berakhir pada 11 Juli 2025, ditandai dengan kepulangan kloter terakhir jemaah haji Indonesia dari Madinah ke Tanah Air.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah jemaah yang belum bisa pulang karena sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi.

Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada para jemaah yang masih dirawat. "Tahun ini, pasca operasional haji, ada 40 jemaah yang dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Enam jemaah dirawat di rumah sakit di Makkah, enam di Jeddah, satu di Riyadh, dan 27 jemaah dirawat di Madinah," jelas Nasrullah saat ditemui di Jeddah, Senin (14/7/2025), demikian dikutip laman resmi Kemenag.

Ia memastikan kondisi jemaah tersebut terus dipantau oleh tim KUH Jeddah. Jika kondisi kesehatan mereka membaik dan sudah mengantongi surat keterangan layak terbang (medical fit to fly), jemaah akan segera dipulangkan ke Indonesia, baik dalam posisi duduk maupun berbaring, dengan pendampingan khusus.

"Jemaah ini nanti akan kita pantau terus keadaannya. Jika sudah mendapatkan medif atau surat keterangan layak terbang akan dipulangkan, baik dalam posisi duduk atau berbaring dengan dibantu pendamping dari KUH Jeddah," ujar Nasrullah.

Jemaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi diketahui berasal dari berbagai embarkasi di Indonesia. Rinciannya yakni satu jemaah masing-masing dari Embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan Kertajati (KJT); dua jemaah dari Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG), Lombok (LOP), dan Padang (PDG); tiga jemaah dari Embarkasi Makassar (UPG); empat jemaah dari Embarkasi Batam (BTH); serta lima jemaah lainnya tersebar dari Embarkasi Aceh (BTJ), Palembang (PLM), Jakarta - Bekasi (JKS), Solo (SOC), dan Surabaya (SUB).

Nasrullah juga mengimbau keluarga jemaah yang dirawat agar tidak khawatir karena pihaknya telah menyiapkan tim penghubung di tiga kota, yakni Madinah, Makkah, dan Jeddah, untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi jemaah. "Bagi keluarga yang ingin mengetahui keadaan jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi, kami sudah siapkan tim penghubung yang bisa dihubungi, baik di Madinah, Makkah, maupun Jeddah," tegasnya.

Selain tim penghubung, Nasrullah mengungkapkan bahwa terdapat lima perawat asal Indonesia yang direkrut khusus untuk membantu memantau perkembangan kesehatan jemaah di berbagai rumah sakit di Arab Saudi. "Saat ini, ada juga lima perawat Indonesia yang ada di Saudi dan kita rekrut untuk membantu memantau perkembangan kondisi kesehatan jemaah haji," jelas Nasrullah.

Berikut daftar nama dan nomor kontak tim penghubung KUH dan tim perawat:

  1. Ahmad Hasidin (Tim KUH di Madinah): +966 50 300 6176
  2. Hesti (Perawat di Madinah): 0535132495
  3. Dwi (Perawat di Madinah): 0535495392
  4. Misbah Baharun (Tim KUH di Makkah): +966 56 155 2687
  5. Fitri (Perawat di Makkah): 0534992418
  6. Meyka (Perawat di Makkah): 0506393462
  7. Azzam Mahfudz (Tim KUH di Jeddah): +62 535 161741
  8. Devi Kania (Perawat di Jeddah): 0538639658

Editor: Gokli