Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dorong Hilirisasi Baterai Listrik

Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Capai Swasembada Energi dalam 5-7 Tahun
Oleh : Redaksi
Selasa | 01-07-2025 | 11:28 WIB
Presiden-Prabowo2.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto, meresmikan groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada Minggu, 29 Juni 2025. (Foto: BPMI Setpres)

BATAMTODAY.COM, Karawang - Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu meraih swasembada energi dalam waktu dekat, berkat pengembangan teknologi energi terbarukan yang didukung industri baterai nasional.

Pernyataan ini disampaikan Presiden saat melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi milik konsorsium ANTAM-IBC-CBL di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

"Saya diberitahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi dan hitungan saya tidak lama. Lima tahun paling lambat enam, tujuh tahun kita bisa swasembada energi," ujar Presiden Prabowo di hadapan para undangan.

Menurut Presiden, salah satu kunci menuju kemandirian energi nasional adalah pemanfaatan teknologi energi surya yang harus didukung ketersediaan baterai dalam negeri. Ia menegaskan bahwa proyek yang diresmikan ini menjadi fondasi penting dalam upaya mencapai target tersebut.

"Hari ini tadi laporannya menghasilkan 15 gigawatt. Kita butuh, kalau tidak salah, para pakar melaporkan ke saya, untuk benar-benar mandiri kita perlu mungkin 100 gigawatt. Berarti proyek ini harus dilipatgandakan. Dan saya percaya bahwa kita mampu untuk melaksanakan itu," jelas Presiden Prabowo.

Selain berbicara soal energi, Presiden juga menekankan pentingnya kerja sama internasional yang setara dan saling menguntungkan, khususnya di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketegangan. Ia mengapresiasi kemitraan Indonesia dan Tiongkok dalam proyek industri baterai ini sebagai wujud kolaborasi yang membawa manfaat bagi kedua negara.

"Kerja sama ini saya kira sangat penting dan menguntungkan semua pihak di tengah dunia penuh konflik. Kawasan kita penuh perdamaian. Dan tidak ada kemakmuran bisa kita capai tanpa perdamaian," tegas Presiden.

Menutup sambutannya, Presiden menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran kabinet dan seluruh mitra industri yang telah bekerja cepat dan terukur demi merealisasikan proyek strategis ini. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat hilirisasi industri sebagai langkah nyata mendorong kemajuan ekonomi nasional.

"Terima kasih sekali lagi. Hilirisasi akan jalan terus, momentum akan kita percepat. Kita mau bergerak cepat, rakyat menuntut, mengharapkan kemajuan cepat," pungkas Presiden.

Editor: Gokli