Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

KOPMAS Gandeng PKK Jakarta Tekan Konsumsi Keliru Kental Manis pada Anak
Oleh : Redaksi
Kamis | 26-06-2025 | 15:08 WIB
Kopmas-PKK-Jkt.jpg Honda-Batam
Tim Penggerak PKK DKI Jakarta bersama KOPMAS. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) terus menyuarakan kekhawatiran terhadap praktik konsumsi kental manis yang keliru di masyarakat.

Dalam kunjungannya ke Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, KOPMAS menyampaikan sejumlah temuan dan pelanggaran yang masih terjadi, terutama terkait penyalahgunaan kental manis sebagai minuman susu untuk anak dan balita.

Sekretaris Jenderal KOPMAS, Yuli Supriati, menegaskan persepsi keliru masyarakat terhadap kental manis sebagai susu masih marak, terutama karena pengaruh promosi dan iklan yang tidak sesuai aturan. "Pelanggaran iklan dan promosi kental manis itu masih kita temui, dan ini sangat memengaruhi pola konsumsi masyarakat," ujar Yuli dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini.

Menurut Yuli, meski regulasi sudah jelas melalui Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 serta dua revisinya (Nomor 20 dan Nomor 26 Tahun 2021), pelanggaran masih terjadi. Temuan KOPMAS menunjukkan bahwa antara April hingga Oktober 2024, ada 114 pelanggaran, mencakup kesalahan label, penggunaan istilah 'susu' pada kemasan, pelanggaran takaran saji, serta promosi oleh influencer media sosial dan media massa.

Lebih lanjut, Yuli memaparkan hasil riset KOPMAS bersama Universitas Indonesia tahun 2023 yang menemukan adanya korelasi antara konsumsi berlebih kental manis dan stunting pada balita di kawasan Pengasinan, Depok. "Kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa kandungan gula dalam kental manis lima kali lipat lebih tinggi dari susu sapi biasa. Ini jauh dari anjuran WHO," jelasnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Indonesia sama-sama menyarankan batas maksimal konsumsi gula harian adalah 50 gram, atau sekitar empat sendok makan per orang. Namun, rendahnya literasi gizi dan kuatnya promosi membuat produk ini masih dianggap sebagai minuman utama bagi anak.

KOPMAS menggarisbawahi bahwa susu kental manis (SKM) seharusnya tidak digunakan sebagai satu-satunya sumber nutrisi, melainkan hanya sebagai pelengkap dalam makanan atau minuman. "Kami berharap lewat kerja sama dengan PKK, edukasi gizi bisa menjangkau keluarga secara langsung. Kami butuh peran aktif ibu-ibu dalam menyampaikan informasi yang benar," pungkas Yuli.

Pertemuan ini menandai langkah strategis KOPMAS untuk memperluas kolaborasi dan advokasi, terutama menyasar komunitas ibu rumah tangga yang berperan penting dalam pola konsumsi keluarga. Langkah ini diharapkan mampu menekan kesalahan konsumsi kental manis dan melindungi tumbuh kembang anak di seluruh Indonesia.

Editor: Gokli


A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/cpanel/ea-php54/root/usr/lib64/php/modules/xsl.so' - /lib64/libxslt.so.1: symbol xmlGenericErrorContext, version LIBXML2_2.4.30 not defined in file libxml2.so.2 with link time reference

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: