Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kemenkeu Laporkan Gaji ke-13 ASN Telah Disalurkan Rp 32,8 Triliun
Oleh : Redaksi
Selasa | 17-06-2025 | 18:08 WIB
Wamen-Keuangan1.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan penyaluran gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN)/TNI/Polri dan pensiunan telah terealisasi sebesar Rp 32,8 triliun dari alokasi anggaran Rp 49,4 triliun.

"Pada bulan ini, pemerintah telah mulai membayarkan gaji ke-13 bagi ASN pusat dan ASN daerah, dan sudah terealisasi sampai saat ini sebesar Rp 32,8 triliun," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2025 di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Secara rinci, gaji ke-13 untuk ASN pusat telah tersalurkan secara penuh dengan nilai Rp 14,05 triliun yang diterima oleh 1,99 juta pegawai.

Sementara gaji ke-13 untuk ASN daerah baru terealisasi sebesar 48,4 persen dengan nilai Rp 7,15 triliun yang diterima oleh 1,72 juta pegawai. Penyaluran gaji ke-13 untuk ASN daerah belum tersalurkan sepenuhnya lantaran baru 264 dari 546 pemerintah daerah (pemda) yang telah melakukan pembayaran.

"Kami berharap bahwa seluruh pemda akan menyelesaikan gaji ke-13 ASN daerahnya pada bulan Juni ini," ujar Suahasil.

Untuk pensiunan, penyaluran melalui PT Taspen tercatat sebesar Rp 10,25 triliun atau 98,1 persen dari target dan telah diterima oleh 3,10 juta penerima manfaat. Adapun yang disalurkan melalui PT Asabri tercatat sebesar Rp 1,35 triliun atau 95,1 persen kepada 474 ribu penerima manfaat.

Sebagai catatan, belanja negara dalam APBN telah tersalurkan sebesar Rp 1.016,3 triliun atau 28,1 persen dari target Rp 3.621,3 triliun. Meski nilai realisasi masih jauh dari target, mempertimbangkan paruh pertama tahun hampir berlalu, namun nilai itu meningkat sekitar Rp 200 triliun dari realisasi April sebesar Rp 806,2 triliun.

Belanja pemerintah pusat (BPP) tersalurkan sebesar Rp 694,2 triliun (25,7 persen dari target), yang disalurkan melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 325,7 triliun dan belanja non-K/L Rp 368,5 triliun. Sementara belanja transfer ke daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp 322 triliun (35 persen dari target).

Pendapatan negara tercatat sebesar Rp 995,3 triliun atau 33,1 persen dari target APBN Rp 3.005,1 triliun. Nilai itu melambat bila dibandingkan kinerja April. Pendapatan pada Mei bertambah senilai Rp 184,8 triliun dalam sebulan, sedangkan pada April bertambah hampir Rp 300 triliun.

Dengan demikian, APBN mengalami defisit sebesar Rp 21 triliun atau 0,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Mei 2025.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha