Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Prabowo Tuding Belanda Curi Kekayaan Indonesia Rp 540 Ribu Triliun Selama Penjajahan
Oleh : Irawan
Rabu | 11-06-2025 | 15:28 WIB
Prabowo_Indo_Defance.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka pameran pertahanan Indo Defence 2025 Expo & Forum, yang digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu, 11 Juni 2025. (Foto: BPMI Setpres)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung penjajahan Belanda saat berpidato dalam pembukaan Indo Defence 2024 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/6/2025). Dia menuding, Belanda telah mengeruk kekayaan Indonesia sebesar 31 triliun dolar AS atau sekitar Rp 504 ribu triliun selama masa penjajahan ratusan tahun.

"Baru ada suatu riset beberapa minggu lalu yang menceritakan kepada kita bahwa selama Belanda menjajah kita, Belanda telah mengambil kekayaan kita senilai dengan uang sekarang 31 triliun US dollar," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Prabowo, nilai kekayaan yang dicuri Belanda setara 18 kali lipat produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini yang berada di angka 1,5 triliun dolar AS atau sekitar Rp 24,4 ribu triliun. Jika dihitung maka nilai tersebut diperkirakan setara APBN selama 140 tahun.

"Dan selama Belanda menduduki Indonesia, Belanda telah menikmati GDP per kapita nomor satu di dunia," ucap Prabowo menegaskan.

Dia menyebut, selama ratusan tahun, Indonesia telah diduduki oleh bangsa-bangsa lain dan kekayaan bangsa diambil.

Belajar dari pengalaman sejarah tersebut, kata Prabowo, apabila Indonesia mampu menjaga kekayaannya dengan baik, PDB per kapitanya berpotensi menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

"Dan hampir semua lembaga-lembaga ekonomi dunia sudah meramalkan bahwa ekonomi Indonesia bisa menjadi mungkin enam besar atau lima besar dunia dalam waktu yang tidak lama," ucap ketua umum DPP Partai Gerindra tersebut.

Di sisi lain, setelah mempelajari angka-angka kekayaan bangsa Indonesia, Prabowo pun optimistis, bisa membawa kejayaan bagi bangsa Indonesia.

"Saya optimistis bisa hilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia jauh sebelum 2045. itu keyakinan saya, dan itu tekad saya. Itu tekad saya, tekad pemerintah saya, dan itu keyakinan saya," ujar Prabowo.

Demi mencapai tujuan tersebut, kata Prabowo, Indonesia terpaksa membangun pertahanan yang kuat. "Kita punya sikap, kita punya wawasan pertahanan, wawasan nusantara, wawasan defensif. Indonesia mencanangkan bahwa postur pertahanan kita adalah postur pertahanan," kata Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo membuka secaar resmi pelaksaan Indo Defence 2024 Expo & Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu. Kehadiran Presiden Prabowo disambut meriah oleh barisan kehormatan yang terdiri atas 1.500 siswa, drumben, hingga kadet dari Universitas Pertahanan.

Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan, acara dilanjutkan dengan laporan resmi dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang juga menjadi tuan rumah perhelatan ini. Dalam laporannya, Menhan Sjafrie mengatakan bahwa Indo Defence 2025 Expo & Forum mengusung tema "Defence Partnerships for Global Peace & Stability" dan akan digelar selama empat hari mulai tanggal 11-14 Juni 2025 mendatang.

"Diikuti oleh 1.180 peserta eksibisi, dengan konfirmasi kehadiran dari 42 negara sahabat melalui 659 perusahaan asing dan 521 produsen di dalam negeri," ujar Menhan Sjafrie.

Presiden Prabowo pun mengapresiasi penyelenggaraan Indo Defence 2025 Expo & Forum. Menurut Kepala Negara, pameran tersebut digelar untuk memberikan kesempatan yang luas bagi industri pertahanan dalam negeri dan negara-negara sahabat.

"Expo ini dimaksud untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri, industri pertahanan negara-negara sahabat, dunia akademisi di Indonesia, semua unsur-unsur pimpinan politik dan kemasyarakatan, dan tentunya generasi muda Republik Indonesia, untuk mengikuti perkembangan teknologi dan sains khususnya di bidang pertahanan," ujar Presiden Prabowo.

Prabowo mengatakan, expo pertahanan diadakan untuk memberi industri pertahanan dalam negeri dan negara sahabat untuk saling berkembang satu sama lain.

Menurut dia, pertahanan menjadi sebuah kebutuhan bangsa yang tidak bisa ditawar-tawar. Karena jika sampai terjadi perang maka sebuah bangsa itu bisa hancur.

"Keselamatan suatu bangsa harus dijamin oleh pertahanan, suatu bangsa tidak ada bangsa yang waras, ya menghendaki perang, perang adalah kegiatan manusia yang destruktif, perang adalah menimbulkan kehancuran," kata Prabowo di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Prabowo, setiap bangsa harus berani memperkuat pertahanannya. Karena tanpa pertahanan yang kuat maka sebuah bangsa akan akan bisa dijajah atau kedaulatanya direbut bangsa lain yang lebih kuat.

"Tapi sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri, biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekannya dirampas, biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak," kata Prabowo.

Sebagai simbol peresmian pembukaan Indo Defence 2025 Expo & Forum, Presiden Prabowo melakukan pemindaian telapak tangan (hand scanning) di layar digital. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para peserta, delegasi asing, pelaku industri, serta tamu undangan yang hadir dari berbagai penjuru dunia.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno, para pimpinan lembaga negara, para menteri kabinet Merah Putih, serta para delegasi dari negara-negara sahabat.

Editor: Surya