Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Presiden Prabowo Lepas Ekspor Perdana Jagung ke Malaysia, Indonesia Menuju Kemandirian Pangan
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 06-06-2025 | 12:08 WIB
ekspor-jagung.jpg Honda-Batam
Presiden Prabowo Subianto, secara resmi melepas ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton dari Kabupaten Bengkayang menuju Kuching, Malaysia, Kamis (5/6/2025). (Foto: Setkab)

BATAMTODAY.COM, Bengkayang - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melepas ekspor perdana jagung sebanyak 1.200 ton dari Kabupaten Bengkayang menuju Kuching, Malaysia, Kamis (5/6/2025).

Momen ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas pasar pertanian Indonesia ke ranah internasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi capaian tersebut dan menyatakan ekspor ini bukan hanya keberhasilan satu daerah, tetapi menjadi simbol transformasi pertanian nasional yang berkelanjutan. "Ekspor ini adalah awal yang baik. Ini momentum penting yang akan kita lanjutkan dengan memperkuat sistem koperasi desa dan membangun rantai produksi yang lebih luas di seluruh Indonesia," ungkap Presiden saat meresmikan groundbreaking serentak pembangunan 18 gudang Polri di 12 provinsi serta peresmian Gudang Dryer Jagung milik PT Pangan Merah Putih, demikian dikutip laman Setkab.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa semua langkah tersebut memiliki tujuan utama: menyejahterakan rakyat dengan memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau dan bernutrisi. "Kita ingin rakyat makan dengan cukup protein, harga pangan terjangkau, dan nilai tukar petani serta nelayan meningkat. Insyaallah, kita wujudkan masyarakat adil dan makmur," ujar Presiden Prabowo.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya menjelaskan bahwa ekspor perdana ini merupakan bagian dari permintaan tahunan Malaysia sebesar 240 ribu ton jagung, dengan tahap awal sebesar 20 ribu ton per bulan.

"Dari total ekspor bulan ini sekitar 48 hingga 50 ribu ton, yang pertama dilepas dari Kalimantan Barat sebanyak 1.200 ton. Sisanya berasal dari NTB sebanyak 20 ribu ton dan Gorontalo 27 ribu ton," jelas Amran.

Ia juga menyampaikan ekspor dari Bengkayang ini menjadi yang pertama dalam sejarah kabupaten tersebut, menunjukkan progres nyata dari sinergi berbagai pihak di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. "Ini hasil kolaborasi lintas sektor berdasarkan visi besar Presiden. Kini stok beras kita mencapai 4 juta ton, tertinggi dalam 50 tahun. Artinya, ketahanan pangan kita makin kuat. Semoga Indonesia ke depan benar-benar menjadi lumbung pangan dunia," pungkasnya.

Ekspor jagung perdana ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang mampu menjawab kebutuhan dalam negeri dan pasar global, serta mempercepat terwujudnya visi kemandirian pangan nasional.

Editor: Gokli