Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1446 H Jatuh pada 6 Juni 2025
Oleh : Irawan
Selasa | 27-05-2025 | 21:08 WIB
idul_adha_2025.jpg Honda-Batam
Konferensi pers penetapan 1 Zulhijah 1446 Hijriah dan Hari Raraya Idul Adha 1446 Hijriah. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan awal Zulhijah 1446 Hijriah pada 28 Mei 2025. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijah 1446 H jatuh tepat Jumat (6/6/2025).

Sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1446 Hijriah digelar di Auditorium HM Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (27/5/2025).

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar memimpin langsung sidang isbat tersebut.

"Tanggal 1 Zulhijah jatuh Rabu 28 Mei. Sehingga 10 Zulhijah atau Idul Adha bertepatan dengan Jumat 6 Juni 2025," kata Nasaruddin Umar.

Sidang isbat dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, Dirjen Bimas Islam, dan perwakilan ormas Islam lainnya.

Penetapan dilakukan setelah para peserta sidang isbat mendengarkan pemaparan hasil pemantauan hilal.

Dalam pemaparannya, Anggota Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag), Cecep Nurwendaya, memaparkan hasil pemantauan hilal untuk menentukan tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah (H). Dia mengatakan 1 Zulhijah 1446 H jatuh pada Rabu (28/5/2025) besok.

"Sehingga tanggal 1 Zulhijah 1446 Hijriah secara hisab jatuh bertepatan dengan hari Rabu Kliwon, nah ini khas khazah Indonesia ya Pak, tanggal 28 Mei 2025," kata Cecep.

Hal itu disampaikan Cecep dalam Seminar Nasional Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah di auditorium HM Rasjidi, kantor Kemenag.

Ia mengatakan di NKRI ada yang memenuhi kriteria MABIMS atau penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Posisi hilal di wilayah NKRI ada yang telah memenuhi kriteria tinggi hilal minimum 3° dan elongasi minimum 6,4°," katanya.

Ia menyebut penentuan awal bulan Zulhijah menggunakan metode rukyat dan hisab. Hisab sifatnya informatif dan kedudukan rukyat sebagai konfirmasi dari hisab.

"Tinggi hilal di seluruh wilayah NKRI antara: 0,74 derajat di Jayapura dan elongasi antara sampai 3,2 derajat di Banda Aceh, Sabang lebih sedikit dan elongasi sampai 5,84 derajat sampai 7,10 derajat," katanya.

"Di sebagian wilayah Provinsi Aceh, termasuk Sabang, Observarium Tengku Chiek, Kuta Karang Lhoknga, Banda Aceh, dan Lhokseumawe telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.," imbuh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag ini.

Pemantauan hilal dilakukan di 114 titik lokasi di seluruh Indonesia. Sidang isbat digelar dalam tiga tahap, tahap pertama berupa pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Tahap kedua adalah sidang penetapan yang digelar secara tertutup bersama para tokoh ormas Islam dan instansi terkait. Tahap terakhir adalah konferensi pers hasil sidang.

Editor: Surya