Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Dorong Penguatan Respons Kolektif ASEAN Hadapi Kejahatan Transnasional
Oleh : Redaksi
Senin | 26-05-2025 | 11:48 WIB
Menlu-Sugiono4.jpg Honda-Batam
Menlu Sugiono, dalam Pertemuan ke-29 ASEAN Political-Security Community (APSC) Council Meeting yang berlangsung pada Sabtu (25/5/2025) di Kuala Lumpur. (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menekankan urgensi penguatan kerja sama regional ASEAN dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.

Pernyataan ini disampaikan dalam Pertemuan ke-29 ASEAN Political-Security Community (APSC) Council Meeting yang berlangsung pada Sabtu (25/5/2025) di Kuala Lumpur.

Dalam forum tingkat tinggi yang membahas arah strategis kerja sama politik dan keamanan regional tersebut, Menlu Sugiono mengapresiasi capaian implementasi APSC Blueprint 2025 yang telah mencapai 99,6 persen. Namun, ia juga menggarisbawahi perlunya kesiapan ASEAN dalam menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks.

"Ke depan, kita perlu lebih fokus pada ancaman nyata seperti kejahatan transnasional. Ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan ancaman langsung terhadap proses pembentukan komunitas ASEAN," ujar Menlu Sugiono, demikian dikutip laman Kemlu.

Untuk itu, ia mendorong peningkatan kolaborasi antar penegak hukum di negara-negara anggota ASEAN. Bentuk kerja sama yang didorong antara lain investigasi bersama, pertukaran informasi intelijen, bantuan hukum timbal balik, hingga penunjukan focal point nasional guna mempercepat komunikasi dan aksi yang terkoordinasi.

"ASEAN membutuhkan respons kolektif yang kuat, terintegrasi, serta berorientasi pada perlindungan korban dan penegakan hukum yang efektif," tambahnya.

Menlu Sugiono juga menekankan pentingnya mengintegrasikan pelaksanaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) ke dalam pilar APSC. Menurutnya, AOIP harus menjadi kerangka strategis yang menyatukan serta memperkuat sinergi lintas sektor dan pilar kerja sama ASEAN.

"Implementasi Concept Paper on AOIP from a Defence Perspective yang telah disepakati pada 2023 adalah langkah awal. Saya berharap badan-badan sektoral lainnya dapat mengikuti langkah ini agar AOIP dapat diarusutamakan dalam APSC Strategic Plan menuju ASEAN Community Vision 2045," jelasnya.

Pertemuan ini turut menghasilkan pengesahan dokumen ASEAN Political-Security Community Council Report dan APSC Strategic Plan, yang menjadi panduan arah kerja sama politik-keamanan ASEAN ke depan. Menlu Sugiono menegaskan, Indonesia tetap berkomitmen aktif dalam memperkuat solidaritas dan keamanan kawasan demi menciptakan Asia Tenggara yang aman, stabil, dan berkelanjutan.

Editor: Gokli