Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dua Di Antaranya Mengidap Penyakit Serius

Empat WNI Korban Eksploitasi Perusahaan Online Scam di Kamboja Berhasil Dipulangkan ke Tanah Air
Oleh : Redaksi
Sabtu | 24-05-2025 | 12:08 WIB
korban-kamboja.jpg Honda-Batam
WNI yang menjadi korban eksploitasi oleh perusahaan online scam di Kamboja dan Vietnam berhasil dipulangkan ke Tanah Air. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban eksploitasi oleh perusahaan online scam di Kamboja dan Vietnam berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Pemulangan ini difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan KBRI Phnom Penh dan KJRI Ho Chi Minh City. Keempat korban yang termasuk dalam kelompok rentan tersebut --berinisial AW, IR, NN, dan AP-- tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis (23/5/2025).

Kasus IR: Donasi Organ Sukarela Terkait Imbalan

Salah satu korban, IR, sebelumnya melaporkan kepada KBRI Phnom Penh bahwa ginjalnya diambil secara paksa oleh perusahaan tempatnya bekerja. Namun, setelah dilakukan wawancara dan konfirmasi kepada pihak keluarga, diketahui bahwa IR secara sukarela mendonorkan ginjalnya pada tahun 2022 di Kamboja dengan imbalan sebesar Rp 135 juta.

"Setelah diklarifikasi dan ditinjau secara menyeluruh, IR akhirnya mengakui bahwa ia melakukan donor ginjal secara sukarela. Meski begitu, melihat kondisi fisiknya yang menurun, kami tetap prioritaskan pemulangan dan perawatan lanjutan di Indonesia," ujar seorang pejabat KBRI Phnom Penh.

Kasus NN: Ditemukan dalam Kondisi Sakit Berat

Korban lainnya, NN, mendatangi KBRI Phnom Penh pada 20 April 2025 dalam keadaan lemas dan linglung. Setelah dirujuk ke Rumah Sakit Khmer Sovyet, ia didiagnosis menderita HIV dan penyakit paru-paru. Setelah dinyatakan layak terbang, KBRI segera memfasilitasi kepulangannya ke Indonesia.

Kasus AW: Mengalami Gangguan Psikologis Berat

Sementara itu, AW ditemukan oleh otoritas Kamboja dalam kondisi depresi berat dan kebingungan. Ia diketahui bekerja di perusahaan online scam sebelum akhirnya ditelantarkan. Setelah dilakukan koordinasi, KBRI Phnom Penh langsung menjemput dan mengupayakan pemulangan AW demi perawatan psikologis lanjutan.

Kasus AP: Terlantar di Vietnam

Satu korban lainnya, AP, dipulangkan dari Ho Chi Minh City, Vietnam, setelah ditemukan sakit dan terlantar di Bandara Internasional Tan Son Nhat. AP sebelumnya bekerja di perusahaan online scam di Kamboja namun dikeluarkan setelah diketahui mengidap HIV dan penyakit paru-paru. Ia kemudian dibuang melalui perbatasan ke Vietnam dan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan.

Tanggapan Pemerintah dan Pengawasan DPR

Pemulangan keempat WNI ini turut diawasi oleh Anggota DPR RI, Surya Utama, yang hadir langsung di lokasi. Perwakilan Kementerian Luar Negeri menyerahkan para korban kepada keluarga masing-masing di hadapan BP3MI Banten, serta menyampaikan keprihatinan dan komitmen pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri.

"Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di luar negeri akan terus bersinergi dalam mengupayakan perlindungan maksimal bagi WNI, khususnya mereka yang menjadi korban eksploitasi," jelas pejabat Kemlu RI.

Pemerintah Indonesia juga menyerukan penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan online scam di Kamboja yang terindikasi melakukan praktik perbudakan modern. Selain itu, masyarakat diimbau agar waspada terhadap tawaran kerja mencurigakan dan senantiasa menggunakan jalur resmi jika hendak bekerja ke luar negeri.

"Kami tidak lelah mengingatkan: selalu pastikan legalitas dan prosedur penempatan kerja ke luar negeri. Tawaran instan dengan iming-iming gaji tinggi kerap kali berujung pada eksploitasi," tandas perwakilan Kemlu.

Langkah cepat ini menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap warganya sekaligus mempertegas sikap tegas terhadap praktik eksploitasi oleh sindikat internasional.

Editor: Gokli