Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Menlu Tekankan Peran Strategis Samudra Hindia dan Komitmen Indonesia dalam Pertemuan IORA ke-24
Oleh : Redaksi
Kamis | 22-05-2025 | 15:08 WIB
IORA-24.jpg Honda-Batam
Menlu Sugiono, dalam Pertemuan Council of Ministers (COM) Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-24 yang digelar secara virtual pada Rabu (21/5/2025). (Foto: Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menyoroti pentingnya Samudra Hindia sebagai kawasan strategis bagi masa kini dan generasi mendatang dalam Pertemuan Council of Ministers (COM) Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-24 yang digelar secara virtual pada Rabu (21/5/2025).

"Samudra Hindia sangat vital, bukan hanya untuk kawasan kita hari ini, tetapi juga bagi masa depan dunia," tegas Menlu Sugiono, dalam pidatonya, demikian dikutip laman Kemlu.

Ia menjelaskan kawasan Samudra Hindia menghubungkan lebih dari 2,5 miliar penduduk di tiga benua, menjadikannya jalur utama perdagangan global dan pusat keanekaragaman hayati laut yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai tantangan serius seperti perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, pencemaran lingkungan laut, dan praktik penangkapan ikan ilegal.

Menlu Sugiono menekankan pentingnya kerja sama regional yang kuat dan komitmen bersama dalam menghadapi isu-isu tersebut. "Indonesia tetap konsisten dalam mendukung kerja sama yang konkret, inklusif, dan berorientasi ke depan demi keberlanjutan kawasan," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, para menteri negara anggota IORA menyetujui sejumlah dokumen penting, termasuk IORA Principle Guidelines on Combating IUU Fishing, sebuah inisiatif bersama antara Indonesia dan Prancis. Panduan ini disusun melalui serangkaian lokakarya sejak 2023 dan bertujuan untuk memerangi praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Komitmen ini ditegaskan dalam Colombo Communiqué, di mana negara-negara anggota menyambut baik rampungnya penyusunan panduan dan menegaskan pentingnya pengelolaan perikanan laut secara berkelanjutan.

Sebagai satu-satunya forum kerja sama regional yang meliputi seluruh wilayah Samudra Hindia, IORA kini beranggotakan 23 negara dan memiliki 12 mitra wicara. Forum ini didirikan pada 7 Maret 1997 dan memiliki fokus pada berbagai bidang strategis, antara lain keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan dan investasi, pengelolaan perikanan, penanggulangan bencana, pariwisata, serta kerja sama pendidikan, sains, dan teknologi. Selain itu, dua isu lintas sektoral yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan ekonomi biru dan pemberdayaan perempuan.

Indonesia dikenal sebagai negara aktif dalam IORA. Pada masa keketuaan Indonesia periode 2015-2017, forum ini pertama kalinya menyelenggarakan pertemuan tingkat tinggi dan menghasilkan Jakarta Concord sebagai pijakan kerja sama jangka panjang. Saat ini, Indonesia menjabat sebagai Ketua Working Group on the Blue Economy (WGBE) untuk periode 2023-2025.

Melalui partisipasi aktif ini, Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama regional demi menciptakan Samudra Hindia yang aman, adil, dan berkelanjutan.

Editor: Gokli