Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

COVID-19 Kembali Marak di Luar Negeri, Masyarakat Indonesia Diimbau Waspada
Oleh : Redaksi
Selasa | 20-05-2025 | 10:08 WIB
waspada-corona.jpg Honda-Batam
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menyikapi tren peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia seperti Singapura, Thailand, dan Hongkong, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa situasi nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Peningkatan kasus di luar negeri tersebut terjadi di tengah tingginya mobilitas masyarakat, termasuk warga Indonesia yang diperkirakan akan bepergian menghadiri agenda internasional, seperti konser Lady Gaga yang digelar sejak 18 Mei 2025.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menyampaikan hingga minggu ke-19 tahun 2025, pemantauan terhadap penyebaran virus menunjukkan kondisi yang stabil. Ia menekankan bahwa sistem pengawasan penyakit menular, termasuk COVID-19, terus diperkuat oleh pemerintah.

"Di tengah dinamika global, kami ingin menyampaikan bahwa kondisi di Indonesia tetap aman. Surveilans penyakit menular, termasuk COVID-19, terus kami perkuat, baik melalui sistem sentinel maupun pemantauan di pintu masuk negara," jelas Aji, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/5/2025).

Aji menjelaskan peningkatan kasus COVID-19 di Singapura masih tergolong musiman dan disebabkan oleh subvarian dari JN.1, yang tidak menunjukkan lonjakan tingkat keparahan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk internasional menggunakan sistem SatuSehat Health Pass (SSHP).

"Belum ada kebijakan pelarangan bepergian ke luar negeri. Namun, masyarakat diimbau lebih waspada, khususnya jika hendak berkunjung ke negara dengan lonjakan kasus," tambahnya.

Kemenkes RI juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar negeri apabila tidak mendesak, terlebih jika dalam kondisi kurang sehat. Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memantau kebijakan protokol kesehatan negara tujuan dan menjalankannya secara disiplin.

Sebagai langkah pencegahan, Aji kembali mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan dasar, seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat batuk atau pilek, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.

Pemerintah juga tetap mendorong vaksinasi COVID-19 dosis penguat (booster), terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia dan penderita penyakit penyerta (komorbid). "Masyarakat tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap penting. Kami pastikan langkah-langkah deteksi dini, pelaporan, dan kesiapsiagaan terus kami jalankan untuk menjaga situasi nasional tetap aman," tutup Aji.

Dengan kesiapan sistem kesehatan dan dukungan dari masyarakat, Kemenkes RI optimistis dapat menjaga Indonesia tetap waspada tanpa menciptakan kepanikan di tengah peningkatan kasus secara global.

Editor: Gokli