Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kadis KP2KH Kepri Dukung Budidaya Padi Pekarangan, Dorong Swasembada Pangan
Oleh : Devi Handiani
Kamis | 27-03-2025 | 19:04 WIB
Kadis-KP2KH1.jpg Honda-Batam
Kadis KP2KH tinjau tanaman padi di pekarangan rumah. (Devi/BTD)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (KP2KH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rika Azmi, meninjau tanaman padi di pekarangan rumah Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepri, di Kelurahan Air Raja, Kota Tanjungpinang, Kamis (27/3/2025).

Dalam kunjungan yang didampingi oleh penyuluh pertanian itu, Rika Azmi mengapresiasi upaya Ady dalam memperkenalkan budidaya tanaman padi di pekarangan rumah, yang merupakan inovasi pertama di Kota Tanjungpinang.

"Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya padi yang dilakukan Pak Ady ini patut kita apresiasi. Apalagi ini pertama kali di Tanjungpinang dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk menanam padi di pekarangan rumah mereka," ujar Rika.

Rika menambahkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman pangan merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Pemerintah sedang fokus pada ketahanan pangan, dan Kepri diharapkan turut berkontribusi. Mudah-mudahan Pak Ady bisa mengembangkan budidaya padi ini di lahan yang lebih luas lagi," katanya.

Empat Kali Panen dengan Produktivitas Meningkat

Ady Indra Pawennari mengungkapkan bahwa ia telah menanam padi di pekarangan rumahnya sejak 2022. Hingga kini, ia telah melakukan panen sebanyak empat kali dengan berbagai varietas, seperti Ketan Hitam, CL 220, Inpari 32, dan SR.

"Pada penanaman pertama, produktivitas hanya mencapai 2,5 ton per hektar. Namun, setelah beberapa kali panen, produktivitas rata-rata meningkat menjadi 8 ton per hektar," jelas Ady.

Bagi Ady, bertani bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap leluhurnya.

"Sebagai anak petani, ini adalah cara saya menghormati leluhur. Kita boleh menjadi wartawan atau pengusaha, tetapi jangan lupakan dari mana kita berasal," katanya.

Dukung Pemanfaatan Tanah Terlantar untuk Ketahanan Pangan

Ady juga menyambut baik wacana yang dilontarkan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, untuk memanfaatkan tanah terlantar di Kepri sebagai lahan pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional dan daerah.

"Ini wacana yang bagus dan harus kita dukung. Banyak tanah di Kepri yang tersandera oleh Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU), tetapi dibiarkan terbengkalai. Padahal, ini bisa menjadi lahan produktif untuk bahan pangan," tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa tanaman padi di pekarangan rumah Ady, yang ia namai Paviliun Nusantara, kini mulai menguning. Diperkirakan, varietas SR yang sudah berumur 90 hari setelah tanam akan siap dipanen seminggu setelah Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriyah.

Editor: Yudha