Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Disdik Bintan Minta Keterangan Kepsek SDN 002 Seri Kuala Lobam Terkait Persoalan Guru Honorer
Oleh : Harjo
Selasa | 07-11-2023 | 19:29 WIB
Imam-Masroni-021.jpg Honda-Batam
Imam Masroni (30), mantan guru honorer SDN 002 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bintan telah memanggil Kepala Sekolah SDN 002 Serikuala Lobam terkait permasalahan guru honorer Imam Masroni (30). Setelah mengambil keterangan dari kepala sekolah, nantinya pihak dinas akan memanggil guru honor tersebut dan pihak terkait untuk dimintai keterangan.

"Kita sudah panggil kepala sekolah SDN 002 Serikuala Lobam, terkait permasalahan yang dialami oleh Imam Masroni sebagai guru honor," ungkap Kabid PTK Disdik Bintan, Bagio kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (7/11/2023).

Dikatakan, setelah mengambil keterangan dari kepala sekolah, nantinya pihak dinas akan memanggil guru honor tersebut dan pihak terkait untuk dimintai keterangan.

"Kalau semua sudah diminta keterangan, nantinya baru akan diambil kesimpulan dalam hal penyelesaian permasalahannya. Intinya saat ini masih dalam proses," paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kisah pilu yang dialami Imam Masroni (30) saat menjadi tenaga pendidik honorer di SDN 002 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Banyak yang menyangkan sikap SDN 002 Seri Kuala Lobam, yang menyianyiakan pengabdian seorang Imam Masroni dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Bintan.

Salah seorang tokoh buruh di Bintan, Erdis Suhendri, bahkan mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan untuk mengusut tuntas persoalan yang dialami guru honorer SDN 002 Seri Kuala Lobam.

"Terkait ijazah yang terupdate di dinas hanya ijazah SD, jelas tidak masuk akal karena dia (Imam Masroni) sudah mengabdi dan menerima gaji sebelumnya. Apalagi dia memang berijazah sarjana, tentunya hal ini perlu dicari akar masalahnya," ujar Erdis Suhendri, yang juga tokoh masyarakat di Seri Kuala Lobam, Senin (6/11/2023).

Lanjutnya, mengenai potongan gaji atau yang disetor kembali ke pihak sekolah patur dipertanyakan. "Kalau itu benar terjadi, bukan tidak mungkin, para honorer yang lain juga menjadi korban yang sama. Ini harus diusut hingga tuntas, agar ada efek jeranya. Karena hal seperti itu jelas akan merusak dunia pendidikan di daerah ini," tegasnya.

Erdis Sehendri menilai keberadaan Imam Masroni diibutuhkan di sekolah tersebut, karena dia satu-satunya tenaga pendidik laki-laki di sekolah itu. "Pihak dinas dan instansi terkait, harusnya lebih peka dan selalu melakukan kroscek terkait infomasi di lapangan. Terlebih di dunia pendidikan, tempat menimba ilmu bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini," harapnya.

Editor: Yudha