Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tolak Outsourcing, FSPMI Demo Serentak 12 Juli
Oleh : Ocep
Selasa | 10-07-2012 | 19:45 WIB

BATAM, batamtoday - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berencana akan melakukan unjuk rasa pada 12 Juli 2012 mendatang sebagai salah satu upaya memperjuangkan penolakannya terhadap praktik outsourcing dan upah murah.


Yoni Mulyo Widodo, Ketua DPC FSPI Batam mengungkapkan, pihaknya sedang mempersiapkan aksi unjuk rasa sesuai instruksi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

"Rencananya FSPMI akan demo serentak secara nasional pada 12 Juli 2012 nanti," ujarnya, Selasa (10/7/2012).

Dijelaskannya, pada hari ini Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), organisasi induk FSPMI, telah mengeluarkan pernyataan sikap tentang penolakan praktik outsourcing dan politik upah murah.

Dalam pernyataan sikap tersebut, KSPI menuntut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengubah Permenaker No.17 Tahun 2005 dari 46 Komponen survei KHL menjadi 86 sampai 122 Komponen berdasarkan Survey dari Lembaga AKATIGA,SPN dan Garteks KSBSI.

Kemudian mendesak Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengeluarkan revisi Permenaker tentang komponen KHL pada pertengahan Juli 2012 sesuai janjinya di DPR juga di media cetak dan elektronika juga dibuat Permenakertrans baru tentang tenaga alih daya ( Outsourcing ) sampai akhir bulan Juli 2012, sebagai pengganti Kepmen 101/2004 dan Kepmen 220/2004, tidak hanya sekedar surat edaran Dirjen PHI dan Jamsos.

Lalu mendesak pemerintah untuk mencabut izin penyelenggara outsourcing yang ilegal dan melakukan Moraturium (penghentian pemberian ijin).

Kemudian mendesak pemerintah bersama DPR membuat Undang-Undang tentang Pengawas Tenaga Kerja (Labor Inspector) dan menyiapkan anggaran lewat APBN yang memadai bagi tersediannya tenaga pengawas yang terlatih, punya Integritas dan punya profesionalisme kerja dalam menegakkan hukum ketenagakerjaan.

Selanjutnya, kata Yoni, KSPI bersama federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh akan melakukan aksi nasioal yang akan diawali pada 12 Juli 2012 dengan estimasi massa sebanyak 70 ribu di tiga tempat, yakni di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Istana Presiden dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

"Aksi ini juga serentak dilakukan di 15 provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk Batam," sambungnya.

Dan malam ini, lanjut dia, FSPMI Batam akan melakukan rapat guna mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan aksi.