Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Vaksinasi Door to Door Bukti Pelayanan Negara Kepada Rakyat
Oleh : Opini
Selasa | 28-09-2021 | 14:24 WIB
A-VAKSINASI-BIN-212.jpg Honda-Batam
Vaksinasi door to door yang digelar BIN. (Foto: Ist)

Oleh Kurnia Sandi

PEMERINTAH melalui Badan Intelijen Negara (BIN) terus mengoptimalkan vaksinasi door to door untuk menjangkau masyarakat. Vaksinasi model ini adalah bentuk pelayanan terhadap rakyat agar mereka mendapatkan perlindungan dari Covid-19 secara cepat.

Apakah Anda sudah divaksin? Saat ini banyak sekali yang menyelenggarakan vaksinasi. Jika dulu hanya ada di Puskesmas dan Rumah Sakit, maka sekarang ada juga di aula universitas, lapangan, dll. Vaksinasi massal memang digalakkan karena berpacu dengan waktu.

 

Makin cepat vaksinasi dilakukan maka makin banyak yang terproteksi dari corona, dan kita bisa bebas dari masa pandemi secepatnya.

Salah satu upaya untuk mendukung program vaksinasi nasional adalah dengan vaksinasi door to door. Vaksinasi yang digagas oleh BIN ini dilakukan langsung ke tengah masyarakat, dan nakes yang akan mendatangi mereka.

Vaksinasi door to door sudah dilaksanakan di banyak provinsi di Indonesia dan diusahakan agar lebih luas lagi cakupannya, sehingga semua WNI, walau yang ada di pelosok sekalipun, sudah divaksin.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa vaksinasi dor to door yang dilaksanakan secara jemput bola, mendatangi masyarakat, mendatangi rakyat, petugas datang dari rumah ke rumah, adalah bentu peyananan negara terhadap rakyat.

Beliau juga memastikan vaksinasi door to door dilaksanakan dengan baik, dan semoga pemberian vaksin dilakukan di seluruh kota/kabupaten di Indonesia.

Vaksinasi door to door adalah metode baru dalam penyampaian vaksinasi, dan diinisiasi oleh BIN. Vaksinasi model ini amat dipuji karena bisa melayani masyarakat, karena mereka tinggal duduk manis di rumahnya dan mengantri untuk mendapatkan injeksi. Model vaksinasi ini sangat menolong karena tidak usah mengantri lama, seperti saat ada vaksinasi massal yang dilakukan di tanah lapang.

Selain itu, vaksinasi door to door adalah bentuk pelayanan pada masyarakat karena mereka tidak usah keluar biaya transportasi. Mereka hanya perlu berjalan kaki untuk menemui nakes dan diinjeksi vaksin.

Hal ini amat menolong masyarakat golongan menengah ke bawah atau yang lokasi rumahnya ada di pelosok, sehingga tidak usah mengeluarkan uang bensin saat akan vaksinasi.

Vaksinasi door to door juga diberikan kepada ibu hamil, karena vaksin corona terbukti aman bagi mereka. Para ibu hamil yang agak kesulitan untuk menuju aula vaksinasi sangat diuntungkan, karena mereka tinggal menunggu kedatangan nakes ke kampungnya. Bahkan di Polres Pekalongan para ibu hamil dijemput oleh petugas lalu diinjesi vaksin, dan mereka mendapatkan haknya untuk sehat.

Selain kepada ibu hamil, vaksinasi door to door juga diberikan kepada para pelajar. Mereka yang berusia 12 tahun ke atas juga berhak untuk mendapatkan vaksinasi.

Vaksinasi door to door yang diadakan di sekolah sangat menguntungkan, karena rata-rata vaksinasi massal hanya untuk yang memiliki KTP. Padahal sebagian besar pelajar belum punya KTP karena masih di bawah umur.

Keberadaan petugas yang membantu dalam vaksinasi door to door amat diapresiasi karena mereka rela untuk blusukan sampai ke tengah kampung dan daerah yang terpencil.

Meski harus berlama-lama di jalan dan kepanasan, tetapi melihat senyum masyarakat amat melegakan. Mereka adalah pahlawan vaksinasi karena bisa menjauhkan banyak orang dari bahaya corona.

Vaksinasi door to door wajib dilakukan agar masyarakat memperoleh manfaatnya dan bisa bebas corona secepatnya. Program ini tidak hanya dilakukan untuk warga biasa, tetapi juga untuk penyandang disabilitas dan ibu hamil, karena rata-rata mereka agak kesulitan untuk melakukan mobilitas.

Cakupan vaksinasi juga akan diperluas agar makin banyak yang diinjeksi oleh petugas.*

Penulis adalah kontributor Forum Literasi Banyumas