PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gunakan Visa Kunjungan untuk Bekerja, 10 Warga Taiwan Divonis 4 Bulan Penjara
Oleh : CR-3
Selasa | 24-03-2020 | 14:16 WIB
wn-taiwan-over-stay_jpg3.jpg honda-batam
Inilah 10 warga negara Taiwan saat divonis 4 bulan penjara di Pengadilan Nengeri Batam, Selasa (24/3/2020). (Foto: Paschall RH)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sepuluh warga negara asing (WNA) asal Taiwan divonis 4 bulan penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (24/3/2020) sore.

Berdasarkan amar putusannya, majelis hakim menyatakan perbuatan ke-10 terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana Orang Asing yang dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian Izin Tinggal yang diberikan kepadanya.

"Menyatakan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 122 huruf a UU RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian," kata ketua majelis hakim Jasael didampingi Efrida Yanti dan Muhammad Chandra, masing-masing sebagai hakim anggota.

Sesuai fakta persidangan, kata Jasael, majelis hakim menilai para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah, menyalahgunakan Visa kunjungan untuk bekerja serta melanggar izin tinggal dan melebihi batas waktu yang ditentukan (over stay).

"Menjatuhkan hukuman terhadap masing-masing terdakwa Wei Kuang Chih, Chou Yu Chen, Tung Jih Lin, Chen Chien Lin, Li Cheng Ho, Yu Chang Hui, Liu Feng Yu, Lin Wen Liang, Tseng I Chien, Chen Yen Ju dengan pidana penjara selama 4 bulan," ujarJasael.

Selain hukuman penjara, kata dia, para terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan penjara.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim, ternyata sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Risky Harahap, yang sebelumnya menuntut agar para terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 4 bulan.

"Hukuman kalian sama dengan tuntutan Jaksa. Atas vonis ini, apakah kalian menerima, pikir-pikir atau banding," tanya Jasael usai membacakan amar putusannya.

Mendengar itu, para terdakwa melalui seorang penerjemah bahasa langsung menyatakan menerima hukuman itu. Hal yang sama juga disampaikan oleh JPU Immanuel Baeha yang menggantikan JPU Muhammad Risky Harahap pada saat persidangan.

"Kami terima putuan itu yang mulia," kata penerjemah bahasa dan JPU Immanuel.

Diketahui, penangkapan para terdakwa berawal dari informasi yang menyebutkan di dalam ruko tiga lantai daerah Ruko Sukajadi ada aktifitas mencurigakan.

Berdasarkan informasi itu, Polresta Barelang langsung mengrebek lokasi dan mendapatkan 10 WNA Taiwan tengah bekerja di depan komputer.

Dari hasil penyidikan, diketahui aktifitas tersebut merupakan jaringan penipuan online luar negeri. Dimana korbannya adalah warga negara Taiwan.

Editor: Dardani