Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Strategi Pemerintah Tangani Virus Corona
Oleh : Opini
Rabu | 18-03-2020 | 14:18 WIB
coronavirus-covid-19.jpg Honda-Batam
Ilustrasi virus corona alias convid-19. (Foto: Ist)

Oleh Edi Jatmiko

LANGKAH antisipasi yang dilakukan pemerintah dinilai banyak pihak sudah cukup optimal, sehingga patut diapresiasi. Penanggulangan tersebut dilaksanakan mulai dari penerbitan protokol kesehatan, peningkatan fasilitas kesehatan, pemeriksaan kesehatan di pintu masuk negara, hingga pembentukan Gugus Tugas Penanganan Virus Corona.

 

Darurat Corona agaknya telah sampai di Indonesia. Virus yang membabi buta menyerang manusia hingga menyebabkan kematian ini memang sangat meresahkan. Virus yang telah membuat kota asalnya Wuhan, ini seolah menjadi kota mati pasca menyebarnya virus tersebut.

Virus yang diklaim menyerang sistem imunitas ini memiliki fakta yang cukup unik. Karena virus ini hanya akan menyerang individu dengan keadaan kesehatan yang buruk. Sehingga, upaya peningkatan imunitas kini tengah digalakkan. Termasuk oleh pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pemerintah siap untuk menghadapi kasus positif corona (Covid-19) di Nusantara. Bahkan, pemerintah, sudah mempersiapkan langkah ini ini sejak awal kasus corona tengah menyebar.

Salah satu persiapan yang dilakukan pemerintah, antara lain menyediakan setidaknya 100 rumah sakit yang dilengkapi dengan ruang isolasi bagi pasien penyakit khusus infeksi. Dengan standar isolasi yang baik serta peralatan yang memadai dan berstandar internasional. Juga mempunyai persiapan untuk Reagen.

Disamping itu, pemerintah juga membentuk tim gabungan TNI-Polri serta anggota sipil yang siap membantu penanganan utamanya di lapangan. Jokowi-pun merincikan jika telah menjalankan prosedur antisipasi sesuai standar lembaga kesehatan dunia, WHO.

Negara juga menjaga hingga 135 pintu masuk baik darat, laut serta udara dengan ketat. Kendati beliau mengakui dalam penerapannya memang tidaklah mudah. Namun, pemerintah selalu berusaha.

Sementara itu, dilaporkan pula Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 7 tahun 2020 berkenaan dengan Gugus Tugas Penanganan CoronaVirus Desease 2019 (COVID-19).

Dalam isi Keppres tersebut, Ketua Pelaksana Gugus Tugas diserahkan pada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni Doni Monardo. Sedangkan Sebagai wakil ketua, diserahkan pada Asisten Operasi TNI dan juga Asisten Operasi Polri.

Sedangkan beberapa menteri seperti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, di daulat menjadi pengarah.

Gugus Tugas ini rencananya memiliki lima tugas yang mana telah gertuang dalam Keppres tersebut.

Kelima tugas tersebut ialah 1. Meningkatkan ketahanan nasional khususnya di bidang kesehatan.

2. Mempercepat proses penanganan COVID-19 melalui sinergi antar pihak Kementerian Lembaga dan juga pemerintah daerah.

3. Meningkatkan antisipasi terkait perkembangan eskalasi penyebaran COVID-19.

4. Meningkatkan sinergi dalam proses pengambilan kebijakan operasional.

Terakhir, meningkatkan kesiapan beserta kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, hingga merespon terhadap COVID-19.

Doni diarahkan untuk memberikan laporan langsung dengan skala harian kepada Jokowi, serta wajib melapor jika ada kejadian yang mendesak.

Selain itu, kepala daerahpun ikut diminta membuat Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat Daerah, yaitu sesuai dengan arahan dari Kepala Gugus Tugas pusat. Berkenaan dengan anggaran yang bakal didrop dari APBN, APBD, juga sumber lain yang sah serta tak mengikat yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kepanikan masyarakat ini tentunya beralasan, mengingat banyaknya laporan korban terpapar akhirnya meninggal. Meski telah dilakukan upaya isolasi tak menutup kemungkinan jika pasien tersebut bisa sembuh. Dari fakta di atas muncul pertanyaan virus macam apa ini hingga bisa membuat pasiennya meninggal dalam hitungan jam.

Padahal fakta-fakta lain juga ditemukan bahwasanya virus ini akan mati di suhu panas serta sulit hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Meski ada harusnya berjumlah sedikit saja.

Namun, bukan menyepelekan nyatanya pemerintah serius dalam hal penanganan virus mematikan ini. Menyiapkan alat medis hingga ruang isolasi, meliburkan sekolah-sekolah hingga penjagaan pintu masuk wilayah-wilayah juga daerah-daerah.

Kendati bukan perkara mudah, pemerintah terus berupaya menanggulangi penyebaran virus Covid-19 ini. Prosedur penanggulangannyapun sesuai dengan lembaga kesehatan dunia yakni WHO.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya laporan cepat tanggap terkait virus Corona agar semua bisa diatasi sesegera mungkin dan menghindari ekspansi virus meluas. Disisi lain, peran masyarakat juga sangat penting.

Mengingat, antisipasi secara mandiri ini sangatlah diperlukan. Intinya menjaga kebersihan diri dan keluarga. Jika sehat serta imunitas baik virus apapun juga ga bakal bisa menyerang termasuk Corona.*

Penulis adalah warganet tinggal di Semarang