Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Apresiasi Kinerja Pemerintah Tangani Virus Corona
Oleh : Opini
Senin | 02-03-2020 | 14:04 WIB
menkes-natuna2.jpg Honda-Batam
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama Menlu dan Panglima TNI saat memberikan penjelasan mengenai virus corona di Natuna. (Foto: Ist)

Oleh Ahmad Prasetyo

MEREBAKNYA virus Corona alias Covid -19 di kota Wuhan, China menimbulkan kecemasan global. Pemerintah Indonesia pun telah bekerja keras guna mengantisipasi masuknya Virus tersebut ke Indonesia.

Virus bernama Covid-19 atau Corona ini awalnya memerahkan kota Wuhan. Wabah yang tiba-tiba menyerang ini mampu membuat penderita kehilangan nyawa. Menurut laporan virus ini layaknya virus MERS dan SARS.

Namun, Corona diklaim tak seganas kedua virus terebut. Meski tak ganas kenyataannya mampu merenggut ratusan nyawa hanya dalam waktu singkat. Tak ayal jika duniapun ikut gonjang-ganjing.

Demi upaya untuk Mengantisipasi kasus virus corona (Covid-19) tentunya harus dilakukan di sejumlah tempat, termasuk kantor juga lingkungan kerja. Kantor, dinilai rentan untuk menjadi media penularan virus ini.

Upaya pemerintah guna menanggulangi penyebaran wabah ini salah satunya ialah menerapkan travel ban. Yang melarang penerbangan dari dan menuju ke China. Selain itu Indonesia juga mengalihkan promosi pariwisata ke negara lain.

Disamping itu, Cara yang paling ampuh untuk mencegah penyakit tersebut ialah menghindari kontak langsung dengan orang sakit. Kurangi aktivitas seperti menyentuh atau mengusap mata, hidung, serta mulut.

Mencuci tangan paling tidak selama 20 detik dengan menggunakan sabun dan air. Menutup mulut dan hidung ketika batuk maupun bersin. Kebanyakan kejadian sepele seperti ini dapat menyebabkan virus akan cepat menyebar. Kemudian, selalu waspada.

Dilaporkan sebulan setelah merebaknya virus corona, para ilmuwan di Tiongkok mengklaim telah menemukan penawarnya. Yang ternyata obat tersebut sudah ada dan lazim digunakan di Indonesia. Obat yang dimaksud ialah chloroquine phosphate. Di Indonesia sendiri obat ini biasa dipakai untuk vaksin malaria.

Meski telah menemui titik terang perihal penemuan obat virus ini bukan berarti harus abai terhadap perkembangan lingkungan. Langkah Indonesia dalam mengantisipasi wabah ini dinilai cukup berhasil. Pasalnya Indonesia sendiri tidak menunjukkan adanya korban yang terpapar Covid-19. Pun dengan kabar kepulangan WNI dari kota Wuhan beberapa waktu lalu.

Mereka dikarantina di pulau Natuna untuk menjalani test serta beberapa observasi. Dari 200-an WNI semua dinyatakan negatif virus ini. Dengan langkah ini, WHO representative untuk Indonesia Dr. Paranietharan juga mengapresiasikan upaya pemerintah Indonesia dalam menyelamatkan para warganya dari ancaman covid-19.

Bahkan pria yang akrab disapa Paranie ini merasa takjub dengan gerak cepat pemerintah Indonesia dalam menimalisir ekspansi virus yang dianggap mematikan ini.

Menurut Paranie, apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia telah sesuai dengan standar internasional kesehatan dunia. Paranie turut berpesan agar masyarakat yang bersinggungan langsung dengan WNI beserta tim penjemput tidak perlu lagi khawatir. Mereka telah melalui sejumlah prosedur serta dipastikan bahwa peserta observasi ini sudah dalam keadaan steril atau sehat.

Selain itu, upaya lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk WNI yang berada di Luar negeri diberikan sejumlah support hingga pengiriman masker.

Sebelumnya, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan Benihbaik.com tengah menciptakan sebuah aksi nyata untuk pencegahan terkait virus corona (COVID-19) yang masuk ke Indonesia dengan gerakan pengadaan 1 juta boks masker beserta sabun antiseptik.

Menurut CEO Benihbaik.com, Andy F. Noya, harus dilakukan sejumlah antisipasi sebelum nantinya terlambat dan bahkan dapat menelan korban terkait virus corona (COVID-19) di Nusantara.

PMI dan rekanannya tersebut menargetkan masker yang bisa terkumpul ialah 50 juta pcs. Jika telah terkumpul, masker ini kabarnya bakal diterbangkan menuju daerah yang berpotensi terdampak virus ini. Seperti, Batam, Jawa, Manado, Sumatera, Kalimantan Utara beserta daerah lain di Indonesia.

Andy turut berharap nantinya akan semakin banyak yang mengikuti jejak semacam ini. Tak berhenti pada donasi masker saja, namun juga penggalangan dana hingga menyediakan platform untuk mengkampanyekan gerakan ini.

Publik pun Ikut merasa bangga atas segala langkah antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Pasalnya, ketika semua negara telah mengklaim darurat Corona, nyatanya Indonesia mampu survive tanpa harus geger meminta bantuan negara lain.
Bahkan, WHO-pun juga mengakui jika langkah-langkah yang diambil perlu diapresiasi. Lebih lanjut, meski penyebaran virus ini dinilai mereda, namun tetap ada baiknya kita tetap waspada. Salah satunya dengan menjaga kebersihan hingga menganut pola hidup sehat.*

Penulis adalah pengamat sosial politik