PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Terungkap, Apeng Ternyata Punya Utang di 10 Koperasi dengan Jumlah Puluhan Juta Rupiah
Oleh : Romi Chandra
Senin | 09-12-2019 | 21:56 WIB
bakar-diri2.jpg honda-batam
Polisi melakukan olah TKP (kiri), Mayat Apeng saat di rumah sakit. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Fakta baru kembali terkuak terkait utang piutang sebagai penyebab kematian Tan Sui Peng alias Apeng (57) yang nekat membakar dirinya sendiri di Hawaii Karouke, Senin (2/12/2019) kemarin.

Dari data yang didapat, Apeng sendiri memiliki utang ke sejumlah orang yang mengatasnamakan koperasi dengan nominal cukup banyak. Bahkan tidak jarang utang tersebut ditalangi oleh bos tempat ia bekerja.

Seperti diakui Marbun, salah satu koperasi tempat Apeng berutang. Apeng sendiri memiliki sisa utang kepada Marbun sekitar Rp 10 juta.

Selain itu, ia juga memiliki utang dengan 9 koperasi lainnya dengan jumlah berbeda-beda. Mulai dari Rp 3 jutaan, Rp 5 jutaan, Rp 8 jutaan dan bahkan lebih dari Rp 10 jutaan.

Marbun mengetahui hal tersebut dikarenakan pernah dipanggil dan dikumpulkan bersama koperasi lainnya oleh Akuang, selaku bos tempat Apeng bekerja.

Tujuannya, untuk mencari solusi permasalahan utang piutan apeng. Sebab, Apeng sendiri telah meminta bantuan kepada Akuang, karena terus dikejar koperssi sehingga membuat ia tidak dapat bekerja.

"Dalam pertemuan itu kawan-kawan dari koperasi tidak terima kalau Apeng menyicil utangnya Rp 50 ribu per minggu atau Rp 100 ribu per bulan. Sementara utangnya cukup banyak. Kapan utangnya akan selesai," lanjut Marbun, saat ditemui di bilangan Nagoya, Senin (9/12/2019).

Diakui Marbun, Apeng setiap meminjam selalu beralasan untuk membawa anknya berobat serta kebutuhan di rumah. Sementara, semua orang mengrtahui bahwa pergaulan Apeng lebih bajyak di dunia malah dan berfoya-foya.

"Saya juga pernah tanya sama orang-orang yang jaga temapt hiburan malam. Katanya untuk bayar parkir saja Apeng memberikan uang Rp 50 ribu," aku Marbun.

Marbun juga memaparkan bahwa pernah datang ke rumah untuk menagih utang dan bertemu dengan istri Apeng, English Boru Silaban. Di sana ia menceritakan bahwa Apeng mekiliki utang cukup banyak. Namun istri Apeng terkesan tidak acuh.

"Istri Apeng terkesan tidak acuh. Karna tidak berurusan dengan istrinya, ya saya tidak begitu mengubris. Saya pergi saja. Saya datang ke rumahnya sekitar dua bulan yang lalu," terang Marbun.

Permasalahan utang ini, tidak hanya dirasakan Akuang selaku bos Apeng. Namun juga dialami Iwan waktu Apeng bekerja dengannya dulu.

"Dulu waktu bekerja dengan Bang Iwan, Peng juga menyusahkan. Utang kepada saya saja tiga kali Bang Iwan membayar. Tapi tidak berubah," pungkas Marbun.

Editor: Gokli