PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dibutuhkan Informasi untuk Pengembangan Pasar Ekspor Made In Indonesia
Oleh : CR-1
Sabtu | 16-11-2019 | 14:40 WIB
komunikasi-jkt.jpg honda-batam
Presiden Direktur Aquatec, Budiprawira Sunadim (kiri) dan Dhonny Yudho Kusumo dari Ditjen PEN Kementerian Perdagangan. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pelayanan informasi guna pengembangan pasar tujuan ekspor produk Indonesia tidak lepas dari kerjasama dengan berbagai perusahaan swasta nasional, terutama kesediaan berbagi informasi dan data. Fakta di lapangan, tidak semua perusahaan menerapkan keterbukaan terhadap informasi ekspor.

"Kami tidak bisa memaksa, sebaliknya kami tetap menghargai (tindakan) perusahaan tersebut. Tapi sangat disayangkan. Karena dengan bekerjasama yang baik termasuk berbagi informasi, kami bisa bantu mempromosikan produk yang bersangkutan untuk luar negeri," papar Dhonny Yudho Kusumo dari Seksi Asia Pasifik Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum lama ini.

Sebagaimana Ditjen PEN mengidentifikasi pasar ekspor dalam rangka penyediaan informasi. Pengumpulan data dan informasi meliputi segmentasi pasar, karakteristik produk, harga, tren, kekuatan persaingan dan lain sebagainya.

“Acara kunjungan delegasi Biro Statistik Jiangsu China, mereka melihat langsung teknologi anak Bangsa Indonesia, (yakni) Aquatec. Dari sini, kami akan menyertakan profile perusahaan Aquatec pada database kami. Sehingga ketika ada business inquiries, atau ada kegiatan, kami mengacu pada database. Keuntungannya, Aquatec bisa berpartisipasi pada pameran yang lebih luas,” tegas Dhonny

Lima pejabat Biro Statistik provinsi Jiangsu China mengaku tertarik dengan keunggulan teknologi Aquatec. Ketika mengikuti Factory Tour (FT) Aquatec di Bandung Barat, Jawa Barat, delegasi Jiangsu juga berbagi pengalaman dan informasi mengenai kegiatan budidaya di China.

Ternyata, pada umumnya budidaya ikan di China termasuk provinsi Jiangsu mulai dari skala home industry (rumahan) sampai dengan industry. “(dari kegiatan FT), bisa menambah business inquiries. Kalau inquiry masuk, dan produk Aquatec sudah ter-input dalam database, kami tentunya membantu penyediaan sarana penyebaran informasi. Hasil yang kita harapkan, ada ekspor dan pemasukan buat negara,” kata Dhonny

Dhonny meyakini produk Aquatec bukan hanya sebatas jaring saja, tapi sudah bernilai tambah. Produknya mencakup keramba jaring apung, dermaga, perahu anti tenggelam, rumah apung berbahan HDPE buatan Indonesia.

“Kalau mau tembus pasar China, produk premium (made in Indonesia) tentu sulit bersaing. Terutama aspek harga, produk China jauh lebih competitive. Sehingga kita bersaing dari segi kualitas, seperti Aquatec. Sehingga produk premium Indonesia masuk pasar China dengan branding yang high class,” jelas Dhonny.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Aquatec Budiprawira Sunadim menjelaskan bahwa perusahaan sejak tahun 2017 sudah berhasil ekspor KJA bundar HDPE offshore submersible. KJA tersebut bisa ditenggelamkan ke dalam laut dan dapat diapungkan kembali ke permukaan laut.

Tujuannya, yakni KJA yang ditempatkan di lepas pantai (offshore) lepas dari terpaan badai.

"Kalau badai datang, KJA ditenggelamkan. Ketika badai sudah reda, KJA diapungkan kembali. Kalau di Indonesia tidak ada badai typhoon seperti di China. KJA submersible Aquatec sudah dibeli oleh beberapa pengusaha swasta China. Kami akan terus tingkatkan," papar Budiprawira.

Budiprawira terus menerima masukan dari operasional KJA submersible. Salah satunya, ada keluhan bahwa pengoperasian, penggunaan KJA agak sumit. Sehingga ketika typhoon datang, nelayan berupaya menenggelamkan KJA.

"Posisi KJA miring ketika diturunkan, sehingga agak sedikit menyulitkan. Kami perbaiki dan modifikasi dengan KJA submersible diamond. Ketika air dangkal, air di dalam jaring, misalkan sekitar 30 meter, bisa terisi sampai 3500 meter persegi. Secara simultan, kami juga mengirim KJA submersible ke Sumaterat Utara. Saat ini, prosesnya masih testing," papar Budiprawira lagi.

Editor: Dardani