Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Awas, 5 Makanan dan Minuman Ini Bisa Memicu Bad Mood
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 08-11-2019 | 13:16 WIB
bad-mood-ilustrasi1.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ada banyak faktor yang menyebabkan suasana hati buruk alias bad mood. Mulai dari pekerjaan, pasangan, menstruasi, bahkan makanan dan minuman yang dikonsumsi pun bisa memicu bad mood.

Ini karena makanan dan minuman turut mempengaruhi neurotransmitter di otak. Bahan kimia penting ini telah dikaitkan dengan emosi atau perasaan.

Sebagai contoh, neurotransmitter serotonin membantu orang tetap rileks. Ada juga dopamin yang bisa meningkatkan fokus. Jadi, apa yang kita makan berperan penting dalam cara kerja bahan kimia otak ini.

Makanan juga bisa memberi bahan pembangun neurotransmiter atau sebaliknya mengganggu keseimbangan di otak, yang keduanya mempengaruhi suasana hati.

Makanan cepat saji dan makanan yang diolah dengan cara dipanggang bisa mempengaruhi otak secara negatif, seperti dilansir dari laman Medical Daily.

Studi menunjukkan bahwa produk makanan yang sangat diproses bisa berkontribusi terhadap depresi, agresi, kecemasan, dan kondisi mental lainnya.

Makanan dan minuman yang bisa memperburuk suasana hati

1. Kopi
Terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan overdosis kafein, yang dapat mempengaruhi neurotransmiter dan hormon. Kelebihan kopi bisa mengubah suasana hati dan memicu perasaan cemas.

2. Makanan manis dan pemanis buatan
Banyak orang suka menyantap makanan dengan tambahan gula atau pemanis buatan. Namun, konsumsi makanan manis yang tinggi dapat memicu kecemasan, lekas marah, dan depresi. Terlalu banyak gula dalam tubuh juga bisa mengganggu kemampuan melawan stres, menurut DrAxe.com. Pemanis buatan juga dikaitkan dengan sakit kepala, gangguan mood, pusing dan migrain.

3. Alkohol
Beberapa orang bersemangat untuk menghadiri pesta dengan alkohol setelah minggu kerja yang panjang. Tetapi nyatanya, alkohol memaksa otak untuk bekerja lebih keras untuk menghasilkan hormon yang meningkatkan perasaan stres dan kecemasan. Hal itu berdampak pada penurunan kadar produksi serotonin atau hormon bahagia di dalam otak

4. Sirup agave
Ekstrak agave bahan alami manis yang mengandung kadar indeks glikemik tingkat rendah, juga telah banyak digunakan pada pancake dan makanan penutup lainnya. Namun, sirup agave merupakan makanan olahan tinggi, yang menghilangkan nilai gizi dari jus alami. Setelah melalui proses produksi, pemanis buatan ini mempunyai kandungan fruktosa, yang bisa berkontribusi terhadap sindrom metabolik dalam pencernaan.

5. Margarin
Margarin dan produk seperti mentega lainnya mungkin mengandung lemak jahat yang meningkatkan peradangan dan tingginya kadar asam lemak omega-6. Selain itu, margarin bisa mengacaukan suasana hati dengan memblokir peningkat suasana hati alami, yaitu asam lemak omega-3.

Sumber Tempo.co
Editor: Yudha