Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Komdigi Pastikan AI Tak Hanya Dinikmati Segelintir Kelompok
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 12-06-2026 | 13:08 WIB
manfaat-AI.jpg Honda-Batam
Wamenkomdigi Nezar Patria, dalam Garuda AI Impact Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026). (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) harus memberikan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pemerintah tidak ingin pemanfaatan AI hanya dinikmati oleh kelompok tertentu yang memiliki akses dan kemampuan teknologi lebih baik.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan tantangan transformasi digital saat ini telah berkembang dari sekadar penyediaan akses internet menjadi upaya memastikan masyarakat mampu memanfaatkan AI secara produktif untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

"Jika sebelumnya pemerataan pembangunan digital diukur dari akses terhadap internet, saat ini pemerataan digital mulai bergeser pada akses terhadap pemanfaatan AI," kata Nezar dalam Garuda AI Impact Summit 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, kesenjangan digital di masa depan tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang terhubung dengan internet, melainkan oleh kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi AI secara efektif dan produktif.

Nezar menegaskan, pemerintah berkomitmen mendorong pemanfaatan AI yang inklusif sehingga manfaat teknologi tersebut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, tenaga pendidik, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di berbagai daerah.

"Kami tidak ingin AI hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Manfaat AI harus bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Untuk mendukung tujuan tersebut, Kementerian Komdigi terus menjalankan berbagai program literasi digital guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan teknologi AI secara bertanggung jawab.

Nezar menjelaskan, program yang telah dijalankan mencakup pelatihan daring, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan pemahaman mengenai penggunaan AI yang aman dan etis.

Menurutnya, peningkatan literasi digital menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Ia berharap berbagai program tersebut mampu mendorong lahirnya lebih banyak inovator dari Indonesia yang dapat memanfaatkan AI untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional. "Kami ingin masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi yang memanfaatkan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan," tuturnya.

Pemerintah menilai pemerataan akses dan kemampuan pemanfaatan AI akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perkembangan teknologi global yang terus berkembang.

Editor: Gokli