PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rapor Biru Airlangga Hartarto
Oleh : Opini
Kamis | 07-11-2019 | 15:52 WIB
bamsooet_airlangga2.jpg honda-batam

Oleh: Barkah Pattimahu)*

MUNAS Golkar akan dihelat pada Desember 2019. Agenda akbar partai Golkar ini sesuai hasil Munaslub Partai Golkar tahun 2017 dimana Airlangga terpilih sebagai formaur tunggal dan diamanatkan untuk melaksanakan Munas pada akhir tahun 2019.

MUNAS Golkar akan dihelat pada Desember 2019. Agenda akbar partai Golkar ini sesuai hasil Munaslub Partai Golkar tahun 2017 dimana Airlangga terpilih sebagai formaur tunggal dan diamanatkan untuk melaksanakan Munas pada akhir tahun 2019.

Dalam Munas Partai Golkar nantipaling tidak muncul dua sosok utama dalam panggung politik Golkar yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo. Meski Bambang Soesatyo telah mendapat kursi terhormat sebagai ketua MPR namun keinginan menjadi ketua Umum Golkar masih terasa. Hal ini nampak dari suara-suara pendukung setia Bambang Soesatyo.

Airlangga Hartarto sendiri sebagai petahana lebih tenang dalam mengelola pemenangannya. Ibarat kapal selam tidak nampak dipermukaan tetapi dibawah terkonsolidasi secara baik.

Diantara dia calon ini saya melihat Airlangga memiliki keunggulan dibanding Bambang Soesatyo. Artinya peluang menang Airlangga jauh lebih besar.

Mengapa?

Saya menyebutkanya Airlannga punya rapor biru selama memimpin Golkar. Sejumlah catatan saya mengapa Airlangga pantas mendapat rapor biru, antara lain:

1. Golkar mampu menjadi salah satu pengendali poros kemenangan Jokowi-Maruf Amin pada pemilu presiden kemarin.

2. Golkar dibawah Airlangga mampu menjaga dinamika partai sehingga tidak ada gejolak internal yang menggangu konsolidasi partai Golkar. Artinya Ailrngga tokoh yang dapat menjaga kesimbangan politik dari berbagai kekuatan di Golkar. Ingat Golkar bukan kepemilikan tunggal sehingga dinamikanya sangat kuat. Airlangga mampu menjaga itu.

3. Golkar dibawah kepemimpinan Airlangga mampu meraih kursi terbanyak kedua pada Pemilu legislative 2019 kemarin.

4. Juga dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto Partai Golkar dapat menempatkan 5 orang kadernya dalam kabinet Jokowi.

5. Melalui tangan dingin Airlangga Hartarto, Golkar juga dapat menempatkan kader terbaiknya Bambang Soesatyo sebagai ketua MPR dan diterima oleh semua fraksi di MPR. Point ini saya harus garis bawahi, artinya Airlangga Hartarto adalah pemimpin yang berjiwa besar, karena dengan kebesaran jiwanya Airlangga dapat mendorong tokoh yang bagi sebagain orang adalah rivalnya dalam MUNAS nanti.

Ini adalah modal kemenangan Airlangga Hartarto, tinggal dikelola secara baik sehingga bisa dikonversi mejadi suara.

Meski begitu Bambang Soesatyo juga punya prestasi dalam memimpin DPR, namun jika dibandingkan maka prestasi Airlangga Hartarti jauh lebih bersinar.

Penulis adalah Direktur Sinergi Data Indonesia