PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Natuna Harumkan Nama Kepri di Festival Pangan Lokal B2SA
Oleh : Kalit
Senin | 04-11-2019 | 18:28 WIB
1-b2sa.jpg honda-batam
Natuna saat menerima piala dan piagam penghargaan sebagai juara II Festival Pangan Lokal B2SA.

BATAMTODAY.COM, Natuna - Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Ketahanan Pangan, kembali meraih prestasi gemilang untuk kategori pengolahan pangan lokal.

Kali ini, Dinas Ketahanan Pangan yang membawa Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna sebagai peserta, berhasil meraih Juara II dalam ajang Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), yang disejalankan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIX 2019 yang dihelat di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dari tanggal 1 hingga 5 November 2019.

Keikut sertaan Tim PKK Natuna pada Festival Pangan Lokal B2SA tingkat Nasional 2019 tersebut, merupakan perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dalam ajang yang digelar oleh Kementerian Pertanian (Dinas Ketahanan Pangan Natuna Wakili Kepri Raih Juara II Festival Pangan Lokal B2SA tingkat Nasional 2019.

Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna, melalui Dinas Ketahanan Pangan, kembali meraih prestasi gemilang untuk kategori pengolahan pangan lokal. Kali ini, Dinas Ketahanan Pangan yang membawa Tim Penggerak PKK Kabupaten Natuna sebagai peserta, berhasil meraih Juara II dalam ajang Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), yang disejalankan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke XXXIX 2019 yang dihelat di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, dari tanggal 1 hingga 5 November 2019.

Keikut sertaan Tim PKK Natuna pada Festival Pangan Lokal B2SA tingkat Nasional 2019 tersebut, merupakan perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), dalam ajang yang digelar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI tersebut.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Natuna, Sri Hariningsih. Ia menjelaskan, Natuna ditunjuk sebagai peserta untuk mewakili Provinsi Kepri di event tingkat Nasional, setelah mereka berhasil meraih Juara I Lomba Cipta Menu B2SA tingkat Provinsi Kepri pada tahun 2019 beberapa waktu lalu. Sebagai Juara pertama, Natuna berhak untuk mengikuti Lomba tingkat Nasional tersebut, sebagai satu-satunya Daerah yang menjadi wakil dari Provinsi Kepri, mengalahkan 6 kabupaten/kota lainnya.

Sagu Gulung Komplit, menjadi menu andalan bagi peserta asal Kabupaten Natuna, hingga berhasil meraih Juara II Kategori Lunchbox B2SA Festival Pangan Lokal B2SA tingkat nasional tahun 2019, untuk klaster Menu Pangan Lokal berbahan dasar Sagu.

Prestasi yang berhasil ditorehkan oleh peserta dari Kabupaten Natuna itu, patut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepri. Karena Provinsi yang baru berdiri 20 tahun itu, berhasil mengungguli 32 Provinsi lainnya yang ada diseluruh Indonesia.

Sri Hariningsih mengaku sangat bangga dengan Tim Penggerak PKK Natuna, yang mampu membawa nama harum Kabupaten Natuna di kancah Nasional. Ia mengakui, bahwa ini merupakan salah satu prestasi terbaik mereka, sepanjang mengikuti sejumlah kejuaraan. Sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Natuna, Sri Hariningsih bertekad untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang berhasil mereka raih, demi mempromosikan potensi Natuna ditingkat Nasional, bahkan Internasional, terutama dari bidang pengolahan dan pelestarian panganan lokal yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman, atau disingkat dengan B2SA.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendardi mengungkapkan, bahwa Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, setelah Brazil. Di mana terdapat sekitar 800 spesies tanaman sumber bahan pangan termasuk sagu. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan FAO dalam pengembangan industi UKM sagu yang dipusatkan di Sulawesi Tenggara dan sudah direplikasikan di empat wilayah, yang harapannya menjadi substitusi tepung terigu impor.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi menyebutkan, ketahanan pangan sudah menjadi isu utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bukan hanya pada tingkat Daerah dan Nasional saja, namun juga sudah menjadi isu Global yang harus ditangani bersama. Menurutnya sagu merupakan salah satu pangan lokal yang menjadi bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Sri Hariningsih, menjelaskan ditunjuknya Natuna sebagai peserta untuk mewakili Provinsi Kepri di event tingkat Nasional ini karena tempo hari Natuna berhasil meraih Juara I Lomba Cipta Menu B2SA tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 Sebagai Juara pertama.

"Dengan demikian Natuna berhak untuk mengikuti Lomba tingkat nasional tersebut, sebagai satu-satunya daerah yang menjadi wakil dari Provinsi Kepri, mengalahkan 6 kabupaten/kota lainnya," jelasnya.

Sagu Gulung Komplit, menjadi menu andalan bagi peserta asal Kabupaten Natuna dalam ajang ini hingga berhasil meraih Juara II Kategori Lunchbox B2SA Festival Pangan Lokal B2SA tingkat nasional tahun 2019, untuk klaster Menu Pangan Lokal berbahan dasar sagu.

Prestasi yang berhasil ditorehkan oleh peserta dari Kabupaten Natuna itu, patut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kepri. Karena Provinsi yang baru berdiri 20 tahun itu, berhasil mengungguli 32 Provinsi lainnya yang ada diseluruh Indonesia.

Sri Hariningsih mengaku sangat bangga dengan Tim Penggerak PKK Natuna, yang mampu membawa nama harum Kabupaten Natuna di kancah Nasional. Ia mengakui, ini merupakan salah satu prestasi terbaik mereka, sepanjang mengikuti sejumlah kejuaraan.

"Sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Natuna, saya bertekad untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang berhasil mereka raih, demi mempromosikan potensi Natuna ditingkat Nasional, bahkan Internasional, terutama dari bidang pengolahan dan pelestarian panganan lokal yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman, atau disingkat dengan B2SA," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Agung Hendardi mengungkapkan, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia, setelah Brazil. Di mana terdapat sekitar 800 spesies tanaman sumber bahan pangan termasuk sagu. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan FAO dalam pengembangan industi UKM sagu yang dipusatkan di Sulawesi Tenggara dan sudah direplikasikan di empat wilayah, yang harapannya menjadi substitusi tepung terigu impor.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi menyebutkan, ketahanan pangan sudah menjadi isu utama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bukan hanya pada tingkat Daerah dan Nasional saja, namun juga sudah menjadi isu Global yang harus ditangani bersama. Menurutnya sagu merupakan salah satu pangan lokal yang menjadi bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat di Sulawesi Tenggara. (*)