PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hasil Studi WHO, Konsumsi Minuman Ringan Berlebihan Tingkatkan Risiko Kematian
Oleh : Redaksi
Rabu | 04-09-2019 | 18:54 WIB
minuman-ringan1.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Masih suka mengonsumsi minuman ringan? Anda perlu berhati-hati karena mengonsumsi dua gelas sehari, bisa meningkatkan risiko kematian dini. Sebab, minuman ini mengandung gula atau pemanis buatan cukup tinggi yang meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Studi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menganalisis data dari lebih dari 450 ribu orang dewasa di 10 negara Eropa. Peserta memiliki usia rata-rata lebih dari 50, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, atau diabetes pada awalnya tidak dimasukkan dalam analisis.

Dilansir dari The Independent, Rabu, 4 September 2019, individu bergabung dengan penelitian antara 1992 dan 2000 dan kemudian ditindaklanjuti selama rata-rata 16 tahun. Selama waktu itu tercatat angka kematian lebih dari 41.600.

Selama penelitian, peserta ditanya gaya hidup mereka seperti olahraga, merokok dan berat badan serta diet dan gizi - termasuk konsumsi rata-rata minuman bersoda, fruit squash, dan minuman energi.

Laporan yang kemudian diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine itu menunjukkan bahwa angka kematian orang yang mengonsumsi dua gelas minuman ringan sehari lebih tinggi, yaitu 11,5 persen, dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari segelas dalam sebulan, yaitu hanya 9,3 persen.

Ketika faktor-faktor lain seperti indeks massa tubuh, diet, aktivitas fisik, merokok dan pendidikan dipertimbangkan, angka-angka tersebut jadi lebih tinggi, yaitu 17 persen.

Orang yang mengonsumsi minuman ringan dengan pemanis buatan disebut mengalami masalah peredaran darah yang kemudian menjadi penyebab kematian. Sementara itu, minuman ringan dengan gula dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit pencernaan.

Kedua jenis ringan itu juga dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit Parkinson.

Penelitian ini tidak membuktikan bahwa minuman ringan adalah satu-satunya penyebab meningkatnya risiko kematian dini. Namun, para ilmuwan yang terlibat mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi minuman ringan oleh masyarakat, seperti penerapan pajak gula.

“Hasil kami untuk minuman ringan yang dimaniskan dengan gula memberikan dukungan lebih lanjut untuk membatasi konsumsi dan menggantikannya dengan minuman sehat lainnya, lebih disukai air,” kata Dr. Neil Murphy, penulis penelitian dari International Agency for Research on Cancer, bagian dari WHO.

Murphy menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menemukan kemungkinan alasan mengapa pemanis dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha