PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tokoh Papua di Jakarta Minta TNI-Polri Usut Insiden Surabaya
Oleh : Redaksi
Sabtu | 24-08-2019 | 09:28 WIB
tokoh-papua.jpg honda-batam
Tokoh Papua di Jakarta menggelar aksi demo. (Istimewa/cnnindonesia.com)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepala Polda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono, serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan mahasiwa dan tokoh masyarakat Papua. Pertemuan itu digelar di Gedung Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jumat (23/8/2019) hari ini.

Tokoh masyarakat Papua wilayah Jakarta, Baharudin Farawowan dalam sambutannya meminta TNI dan Polri menindak tegas aparat yang melakukan tindakan persekusi dan rasisme pada mahasiswa Papua di Surabaya.

Diketahui, insiden pengepungan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya itu diduga menjadi pemicu terjadinya sejumlah aksi unjuk di di Papua dan Papua Barat. Dalam insiden tersebut, terdapat umpatan bernada rasial.

"Pada kesempatan ini, kami meminta kepada TNI dan polisi agar segera bisa menindak polisi dan tentara yang mengeluarkan rasisme," kata Baharudin.

Tak hanya itu, Baharudin bahkan meminta TNI maupun Polri tak segan memecat anggotanya yang melakukan tindakan rasial agar tak terjadi lagi di kemudian hari.

"Bila perlu dipecat (anggota TNI/Polri yang melakukan tindakan rasisme) karena yang bersangkutan harusnya menjadi teladan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam sambutannya mengajak masyarakat Papua di Jakarta untuk tidak terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang tersebar media sosial.

Tak hanya itu, Gatot juga mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi peristiwa kericuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, sehingga hal tersebut tidak memecah belah bangsa Indonesia.

"Mari kita sikapi arif dan bijaksana. Kita ajak saudara-saudara kita bahwa kita ini satu. Jangan terpengaruh hoaks, isu ini terus dikembangkan untuk memecah bangsa kita," ucap Gatot.

Lihat juga: Rasialisme pada Warga Papua, Polisi Periksa Korlap dan Ormas
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban di Jakarta.

Anies menjelaskan, hampir sebagian besar masyarakat yang tinggal di Jakarta adalah pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan demikian Jakarta selama ini selalu menjadi tempat dengan kesempatan yang setara untuk mereka semua.

"Karena kita menyadari, kalau ada kesempatan yang setara bagi semuanya, perasaan keadilan akan hadir. Kalau ada perasaan keadilan, maka persatuan akan muncul. Dan kita berharap di Jakarta kita jaga terus suasana itu," tutur Anies.

Anies menyebut jika ada potensi gangguan di tengah masyarakat, maka harus segera dikomunikasikan sehingga ketertiban di Jakarta bisa terus dijaga.

"Mari kita sama-sama pastikan, di Jakarta ada ketertiban, ada ketenteraman bagi semuanya," katanya.

Sumber: cnnindonesia.com
Editor: Chandra