PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

DLH Batam Janji segera Sidak Ratusan Karung Limbah Plastik di Taman Yasmin Kebun
Oleh : Putra
Selasa | 13-08-2019 | 15:52 WIB
limbah_taman_yasmin.jpg honda-batam

BATAMTODAY.COM, Batam - Tumpukan limbah yang berjumlah ratusan karung dibuang dekat pantai Taman Yasmin Kebun, Kecamatan Nongsa, mendapat sorotan langsung dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie.

Ia mengaku kaget dan baru mendengar adanya tumpukan limbah yang dikemas dalam karung goni berjumlah ratusan karung dan membuat kawasan pantai tak ubahnya seperti tempat pembuangan akhir di Punggur.

"Saya baru dapat kabar itu. Kami minta titik tempat atau alamat limbah tersebut berada. Nanti kami sesegera mungkin akan turun langsung sidak limbah tersebut," kata Herman, Selasa (13/8/2019).

Ia menjelaskan, kalaupun hal tersebut benar adanya, kasus tumpukan limbah yang diduga plastik bekas di Taman Yasmin Kebun tersebut merupakan temuan yang kesekian kalinya setelah sebelumnya ditemukan juga di Batuaji.

"Kami dari DLH Batam tak akan mentolerir keberadaan limbah plastik yang ditimbun di tempat terbuka, apalagi dekat pemukiman warga seperti di Taman Yasmin Kebun. Kami akan segera turun lapangan menyidak itu, sekaligus kami minta pemiliknya untuk memusnahkannya. Apapun jenisnya yang namanya limbah plastik itu tetap tak boleh dibuang di sembarang tempat," ujarnya.

Salah satu pegiat lingkungan Kota Batam, Wibowo, kepada BATAMTODAY.COM juga mengakui maraknya keberadaan ratusan karung limbah di kawasan Pantai Taman Yasmin Kebun.

"Memang ada itu pemiliknya. Isi dalam karung tersebut merupakan plastik-plastik bekas, tapi saya belum tau pasti apakah itu merupakan jenis limbah B3," ungkapnya.

Pantauan di lapangan, BATAMTODAY.COM mendapatai adanya ratusan tumpukan limbah yang dikemas dalam ratusan karung goni dan ditaruh di kawasan pantai Taman Yasmin Kebun.

Keberadaan ratusan karung limbah tersebut berada di lingkungan perumahan warga, keberadaan limbah ini pun sangat disayangkan warga sekitar karena limbah-limbah tersebut sering di bakar sembarangan.

Editor: Surya