PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Wabah DBD di Karimun Capai 128 Kasus, Dua Anak Meninggal Dunia
Oleh : Wandy
Jum\'at | 02-08-2019 | 09:52 WIB
kadinkes-karimun21.jpg honda-batam
Kadinkes Karimun Rachmadi. (Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, dua anak di Karimun terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mengakibatkan meninggal dunia.

Keduanya atas nama IB (10), warga Sungai Ayam Kecamatan Tebing dan NA berusia empat bulan asal Kecamatan Kundur. Keduanya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Tanjungbalai Karimun.

"Kedua pasien meninggal dunia di RSUD M Sani dua hari lalu. Yang berusia 10 tahun warga Sungai Ayam Tebing dan berusia 4 bulan merupakan warga kundur," kata Rachmadi, kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (2/8/2019).

Dijelaskan Rachmadi, untuk NA penyebab meninggalnya bukan karena DBD melainkan anak dideteksi mengidap penyakit diare dan infeksi.

"Anak ini memiliki penyakit lain seperti diare, infeksi dan juga DBD. Namun pihak rumah sakit memasukkan korban DBD sebab trombositnya saat meninggal dunia masih di atas 100," jelas Rachmadi.

Sementara IB meninggal dunia karena terlembat dibawa ke rumah sakit. Sebab, dilihat dari trombositnya sudah berada di angka 30 yang artinya sudah sangat rentan.

Rachmadi menjelaskan, untuk kasus DBD dari Januari hingga Juli 2019 mencapai angka 128 kasus. Daerah rawan meliputi Tanjungbatu Kundur, Tanjungbalai Karimun dan Kecematan Meral.

"Untuk yang paling tinggi kasus DBD Tanjungbatu Kundur. Sebab dari Januari hingga Juli 2019 di Tanjungbatu sudah ditemukan sebanyak 26 kasus. Selama ini Tanjungbatu tidak pernah setinggi itu. Secara umum paling tinggi itu Januari dan Juli. Februari, Maret, April dan Juni itu sempat turun," ungkapnya.

Rachmadi juga telah memerintahkan jajaranya mengambil langkah-langkah pencegahan seperti fogging dan penyuluhan yang bekerjasama dengan pihak sekolah.

"Saya sudah minta kawan-kawan yang di Puskesmas untuk ambil langkah-langkah. Seperti Tanjungbatu, saya minta koordinasi dengan pihak sekolah dengan melibatkan anak-anak sekolah, supaya sama-sama menjaga," pungkasnya.

Editor: Chandra