PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ketua DPC FSP LEM SPSI Cakap Manajemen PT Unisem Tutup Perusahaan Kayak Tutup Warung
Oleh : Hendra Mahyudi
Rabu | 17-07-2019 | 14:40 WIB
rotiana-spsi.JPG honda-batam
Ketua DPC FSP LEM SPSI, Rotiana Ginting bersama anggota SPSI dan Karyawan PT. Unisem. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Mogok kerja ribuan karyawan PT Unisem di Batamindo Mukakuning Batam, masih terus berlanjut hingga hari ini, Rabu (17/7/2019). Mereka berada di lokasi perusahaan demi meminta kejelasan hak-hak mereka.

Ketua DPC FSP LEM SPSI, Rotiana Ginting mengatakan, jika disebutkan karyawan melakukan mogok kerja dan standby ramai-ramai di area perusahaan demi menahan aset, ya itu hal yang wajar. Karena sejauh ini perusahaan tidak ada mengadakan pertemuan dan memberi kejelasan terhadap pekerja.

"Kalau ini (aset) tidak kami tahan, terus kami dapat apa? Sementara skema tidak ada diberikan, kejelasan juga tidak ada, ujug-ujug hanya closing 30 September," ujar Rotiana.

Rotiana melanjutkan, harusnya, atau normalnya, orang menutup suatu perseroan terbatas itu bukan kayak nutup warung. Ada beragam prosedural tertentu, tidak asal semata. "Kalau warungkan kapan awak mau buka ya buka, kapan awak mau tutup ya tutup," terangnya.

Rotiana melanjutkan, di PT Unisem ini ada 1500 karyawan. Sementara perusahaan belum ada memberikan kepastian yang jelas perihal pasangon yang akan diberikan. Perusahaan hanya mengatakan akan tutup produksi tanggal 30 september, itupun hanya dikasih selembar surat foto copy semata

"Sementara itu, tanggapan dari manajemen Batam sejauh ini belum ada, kemarin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sudah ada turun melalui BP Batam, kita akan melakukan pertemuan-pertemuan berikutnya dengan pemerintah," pungkasnya.

Editor: Dardani