PKP

Hari Tanoe Bangun Taman Bermain Dua Kali Lebih Besar dari Universal Studios Singapura di Lido
Oleh : Redaksi
Selasa | 25-06-2019 | 13:52 WIB
taman_bermain_lido.jpg honda-batam
Taman Bermain Lido (Lido Theme Park) diklaimsebagai taman bermain terbesar se Asia Tenggara

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Perusahaan milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, yakni PT MNC Land Tbk sedang membuat taman bermain (theme park) berskala internasional di Lido, Jawa Barat. Bahkan, taman bermain tersebut disebut paling besar se-Asia Tenggara. Wakil Direktur Utama MNC Land Adrian Budi Utama mengatakan, nantinya taman bermain tersebut akan dinamai MNC Park.

"(MNC Park) ini dua kali lebih besar dari Universal Studios Singapura. (Luas) areanya 50 hektar," ujar Adrian di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Adrian menambahkan, penbangunan MNC Park tersebut saat ini tengah berlangsung. Saat ini sedang dikerjakan pembangunan drainasenya.

"Kita harapkan 3,5 tahun jadi. Kira-kira 2022 akhir atau 2023 awal," kata Adrian.

Menurut Adrian, pembangunan taman ini akan memakan dana hingga 500 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 7 triliun.

"Sekelas Disneyland tapi tidak (operatornya Disney). Yang desain dari Amerika, yang biasa desain theme park internasional," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur MNC Land, Erwin Richard Andersen mengungkapkan jika untuk menggarap seluruh proyek tersebut, perusahaan properti milik Hary Tanoesoedibjo ini menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp2,5 triliun.

"Sumber dana berasal dari hasil kombinasi antara kas internal dan pinjaman perbankan," jelasnya.

Ia menjelaskan jika anggaran belanja modal tahun ini paling besar dialokasikan untuk pengembangan proyek MNC Lido City yakni sebesar Rp2 triliun. Adapun sisa dana senilai Rp500 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan Trump International Resort, golf club dan residences Bali.

"Sementara hingga bulan Mei 2019, dana capex yang sudah terserap baru sekitar Rp400 miliaran. Alokasi dana akan di maksimalkan pada semester kedua ini," pungkasnya.

Editor: Surya