Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Singapura dan Malaysia Sepakat Soal Bandara Seletar
Oleh : Redaksi
Sabtu | 06-04-2019 | 16:16 WIB
bandara-seletar1.jpg Honda-Batam
Bandara Seletar Singapura. (Foto: Channel News Asia)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Singapura telah menarik prosedur Instrument Landing System untuk Bandara Seletar. Pada saat yang sama, pemerintah Malaysia menghentikan tanpa batas waktu ketentuan area terbatas permanen di Pasir Gudang.

Menteri Transportasi dari kedua negara mengatakan keputusan ini dibuat dalam semangat kerja sama bilateral.

"Dengan kesepakatan ini, Menteri Transportasi kedua negara bakal menyambut penerbangan FlyFirefly Sdn Bhd ke Bandara Seletar mulai April 2019," begitu pernyataan bersama yang dilansir kedua negara pada Sabtu (6/4/2019) seperti dilansir Channel News Asia.

Pernyataan ini keluar pasca pertemuan Menteri Transportasi Singapura, Khaw Boon Wan dan mitranya dari Malaysia, Anthoy Loke, pada Jumat (5/4/2019) kemarin.

Maskapai penerbangan murah dari Malaysia yaitu Firefly menghentikan penerbangan ke Singapura pada Desember 2018. Ini terjadi karena perusahaan tidak mendapat persetujuan dari otoritas penerbangan Malaysia untuk memindahkan kegiatan operasinya dari Bandara Changi ke Bandara Seletar.

Sejak 1973, otoritas penerbangan Singapura mengatur layanan lalu lintas udara untuk wilayah selatan Semenanjung Malaysia, yang termasuk dalam Wiwlayah Informasi Penerbangan Kuala Lumpur. Pengaturan ini telah disetujui oleh International Civil Aviation Organization.

Namun, otoritas Malaysia mengatakan ingin mengelola kembali wilayah udara yang sempat diserahkan kepada Singapura terutama di Johor selatan. Malaysia menyebut adanya kepentingan nasional dan isu kedaulatan.

Pemerintah Malaysia juga merasa khawatir prosedur ILS yang dibuat Singapura untuk Bandara Seletar menggangu aktivitas pengapalan dan pembangunan di area Pasir Gudang.

Sebaliknya, otoritas Singapura mengatakan ILS hanyalah aturan tertulis untuk mengelola jalur penerbangan yang ada. Ini untuk membuat aturan keamanan menjadi jelas dan transparan.

Untuk menyelesaikan berbagai isu bilateral antara Malaysia dan Singapura, seperti dilansir Malay Mail, PM Mahathir Mohamad dan PM Lee Hsien Loong bakal bertemua pada 8 - 9 April 2019. Isu lain yang akan dibahas mengenai harga air dan batas maritim kedua negara.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha