PKP

Ketua DPR Kutuk Keras Tindakan Biadab Aksi Penembakan di Dua Masjid Selandia Baru
Oleh : Irawan
Minggu | 17-03-2019 | 10:04 WIB
bamsoet15.jpg honda-batam
Ketua DPR Bambang Soesatyo

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengutuk keras aksi penembakan di masjid Selandia Baru. Dalam insiden tersebut, ada tiga WNI yang menjadi korban, satu tewas dan dua lainnya mengalami luka tembak.

"Saya mengutuk keras tindakan biadab penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat waktu setempat," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/3/2019).

Dia mengaku telah menghubungi Dubes RI untuk Selandia Baru di Wellington, Tantowi Yahya. Bamsoet meminta dua WNI yang jadi korban penembakan itu mendapatkan prioritas penanganan.

"Agar memprioritaskan penanganan warga Indonesia yang menjadi korban. Sambil juga memastikan keselamatan warga Indonesia lainnya yang sedang berada di Selandia Baru, khususnya 331 warga Indonesia di Kota Christchurch, yang 134 di antaranya merupakan mahasiswa," ujar dia.

Bamsoet menyatakan Indonesia mendukung Selandia Baru menghadapi serangan teror tersebut. Politikus Golkar itu menyebut negara-negara di dunia harus merapatkan barisan demi memberantas aksi terorisme.

"Rakyat Indonesia dan juga warga dunia lainnya mendukung rakyat Selandia Baru dalam menghadapi serangan teror tersebut," tutur Bamsoet.

"Ini menjadi early warning bagi dunia untuk segera kembali merapatkan barisan. Tak hanya dalam memerangi, kerjasama yang paling penting adalah dalam mencegah. Sehingga kita bisa berantas terorisme sampai ke akarnya," lanjut dia.

Indonesia, kata dia, pun siap bekerja sama dengan negara lain dalam upaya pemberantasan terorisme. Menurut Bamsoet, Indonesia memiliki pengalaman dalam menanggulangi terorisme.

"Pendekatan soft approach sebagai ciri khas Indonesia dalam menangani para teroris, program deredikalisasi teroris, sampai Undang-Undang Tindak Pidana Penanggulangan Terorisme sebagai payung hukum, semuanya bisa menjadi bahan sharing bagi Indonesia dalam berbagi pengalaman dengan negara lainnya dalam mencegah dan memberantas terorisme," sebut Bamsoet.

Sebanyak 50 orang tewas dalam aksi penembakan di Selandia Baru. Salah seorang pelaku menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait.

Tayangan livestream itu dimulai dengan pelaku mengemudikan mobilnya ke Masjid Al Noor di Deans Ave, Christchurch. Pelaku kemudian terlihat memarkir mobilnya di dekat jalan masuk ke masjid. Mobil yang dikemudikan pelaku, sebut The New Zealand Herald, berisi sejumlah senjata api dan amunisi yang diletakkan di kursi penumpang bagian depan

Editor: Surya