PKP

161 TKI Bermasalah Dideportasi Melalui Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang
Oleh : Roland Aritonang
Sabtu | 16-03-2019 | 14:52 WIB
tkib-tpi1.jpg honda-batam
Para TKI bermasalah yang dideportasi dari Malaysia saat tiba di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY. COM, Tanjungpinang - Sebanyak 161 orang Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) dideportasi menggunakan MV. Gembira-3, dari Johor Baru Malaysia melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Jumat (15/3/2019) pukul 14.15 WIB.

Kepala Pos Imigrasi Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Daniel Maxrinto mengatakan, berdasarkan surat pemberitahuan dari KJRI Johor Bahru Malaysia nomor 00513/WN/B/03/2019/05, pertanggal 13 Maret 2019, sebanyak 161 orang TKIB dideportasi dari Malaysia.

"Seluruh TKIB itu tiba dengan kapal charter MV. Gembira-3. Semuanya laki-laki," ujar Daniel saat dikonfirmasi BATAMTODAY. COM, Sabtu (16/3/2019).

Ia menjelaskan TKIB ini dipulangkan kembali ke Indonesia adalah WNI yang telah selesai menjalani masa tahanan karena alasan pelanggaran keimigrasian. Mereka berasal dari Depot Tahanan Imigresen Pekan Nanas Malaysia.

"Mereka bekerja di Malaysia di berbagai bidang. Antara lain buruh perkebunan, pelayan restoran, menjaga kedai, buruh bangunan, dan cleaning service," paparnya.

Daniel menyebutkan alasan Imigrasi Malaysia melakukan penangkapan, menahan hingga dipulangkan kembali ke Indonesia, karena para WNI didapati bekerja tanpa izin resmi karena berpindah sponsor, tidak bisa menunjukkan paspor saat razia dan over stay.

"TKIB telah diberikan izin masuk kembali ke Indonesia dan dari hasil wawancara terhadap mereka tidak ditemukan adanya indikasi warga negara asing," katanya.

Menurutnya, dari pendataan Terhadap seluruh TKIB, mereka diketahui berasal dari daerah NTB, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Aceh.

"TKIB ini selanjutnya kami serahkan ke Satgas TKI Pemprov Kepri untuk dibawa ke rumah penampungan (RPTC Tanjungpinang) sebelum dipulangkan ke asal daerah masing-masing," tutupnya.

Editor: Yudha