Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Termasuk yang Melakukan dari Pintu ke Pintu

Presiden Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Penyebar Hoaks
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 01-03-2019 | 19:04 WIB
tindak-penyebar-hoaks.jpg Honda-Batam
Gubernur H Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah, Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP, Ketua MUI H Azhar Hasyim dsn sejumlah kepala OPD Pemprov Kepri saat Safari Subuh di Masjid Al Azhar Pantai Impian, Tanjungpinang, Jumat (1/3/2019). (Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, sangat berbahaya sekali jika karena urusan politik pilihan Bupati, Wali Kota, Gubernur, Presiden, aset terbesar, modal terbesar bangsa menjadi terganggu.

"Gara-gara hoaks, gara-gara fitnah, gara-gara ghibah, gara-gara kabar-kabar bohong yang sekarang ini tidak hanya muncul di media sosial tetapi sudah muncul dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah. Hati-hati masalah ini," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Ecovention Ocean Ecopark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019) siang, seperti dikutip situs resmi Setkab RI.

Untuk itu, Presiden mengajak semuanya untuk berani merespon ini segera, karena modal besar kita, aset terbesar kita persatuan, kerukunan, persaudaraan yang akan terganggu gara-gara masalah ini.

"Ini bukan barang sepele, hati-hati. Sehingga tegas saya sampaikan kepada Kapolri, tindakan hukum tegas harus diberikan pada siapapun yang mengganggu persatuan bangsa kita dengan cara-cara menyebar hoaks dari pintu ke pintu dari media sosial. Tegas, harus tegas," tegas Presiden Jokowi.

Presiden merasa perlu menyampaikan hal itu, karena ini semakin mendekati 17 April kelihatannya kalau kita enggak tegas, enggak merespon ini akan semakin merebak dimana-mana.

Segera Selesaikan

Sebelumnya pada awal sambutannya Presiden Jokowi mengingatkan, kita memiliki 714 suku yang berbeda-beda agama, adat, tradisi, budaya, bahasa daerah. Beda-beda semuanya. Karena itu, betapa sangat berbahayanya yang namanya konflik.

Presiden mengingat pesan Presiden Ashraf Ghani yang negerinya terus dilanda konflik meski hanya memiliki 7 suku. "Beliau menyampaikan kepada saya, hati-hati konflik yang namanya antar suku itu segera selesaikan, segera rampungkan, dan segera padamkan. Apalagi konflik yang menyangkut agama, jangan tunggu waktu sedetikpun. Segera rampungkan dan selesaikan," ungkapnya.

Presiden Afghanistan itu, menurut Presiden Jokowi, sangat respect kepada negara Indonesia yang memiliki 714 suku, 260 juta penduduk, hidup di 17.000 pulau. "Beliau sangat-sangat takjub betul. Bagaimana masyarakat yang beragam ini bisa bersatu, bisa rukun, bisa merasa sebagai saudara dan setanah air," ujarnya.

Presiden Jokowi menegaskan, inilah tugas besar kita dalam menjaga, dalam merawat persatuan, merawat kerukunan, merawat persaudaraan kita, merawat ukhuwah kita, merawat ukuwah islamiyah kita, merawat ukhuwah wathaniyah kita. "Tugas besar kita ada di sana," tegasnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain KH Maimoen Zubair, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy.

Editor: Gokli