PKP

Begini Kronologi Penghadangan Anggota Bawaslu Tanjungpinang
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 10-01-2019 | 19:52 WIB
pria-sok-paten.jpg honda-batam
Pria berbadan kurus memakai baju garis Merah dan Hitam saat menghadang Tim Bawaslu Tanjungpinang di Dompak. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah, mengaku penghadangan terhadap dirinya dan Tim Bawaslu oleh 5 warga dilakukan ketika mereka hendak menemui salah seorang saksi dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh salah seorang Caleg DPRD Tanjungpinang, yang dilaporkan warga beberap waktu lalu.

"Awalnya kami datang untuk menemui saksi dugaan kasus pelanggaran Pemilu di keluarhaan itu. Karena sudah dua kali kami panggil yang bersangkutan tidak mau hadir, hingga kami temui ke sana," ujarnya pada wartawan di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (10/1/2019).

Saat mobil Bawaslu tersebut memasuki Jalan Batu Naga, Keluarhan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari tempat saksi yang mau ditemui, tiba-tiba sejumlah pemuda di tengah jalan, menyetop mobilnya dan meminta agar anggota Bawaslu tersebut tidak masuk ke perkampungan itu.

Dari rekaman video yang diperoleh BATAMTODAY.COM terlihat, beberapa orang laki-laki melakukan penghadangan mobil anggota Bawaslu Tanjungpinang. Seorang laki-laki yang mengenakan kaos lengan pendek berwarna Merah dan Hitam, terdengar marah-marah dan mengatakan agar jangan pernah masuk lagi ke perkampungan tersebut, karena kehadiran Bawaslu dikatakan sangat meresahkan masyarakat.

Ketika salah satu anggota tim dari Bawaslu mau menjelaskan tujuan kedatangan mereka, pria berperawakan tinggi dan kurus itu, langsung menyela dan mengatakan, "Tidak ada gini-gini, karena awalnya sudah salah, tanpa kerja yang benar kalian," kata pria itu.

Pria yang tidak diketahui namanya itu, juga mengatakan pada Tim Bawaslu, kalau pihaknya sudah tahu semua permasalahan yang diselidiki Bawaslu Tanjungpinang itu, seluk beluknya, serta memperingatkan Bawaslu, jika terjadi ada apa-apa, agar jangan menyalahkan masyarakar di sana.

"Mau ganti mobil kekmana kalian masuk sini kami tahu," sebut pria itu.

Kepada tim, pria dengan nada emosi itu juga mengatakan, kalau pihaknya juga mengetahui rombongan yang dipimpin Maryamah yang saat itu datang adalah Bawaslu, dan kalau ada laporan, dia mengatakan agar membawa orang yang melaporkan dugaan pelanggaran Pemilu tersebut kepada masyarakat setempat.

"Kalau mau jadi saksi bawa dia ke sini, baru ketemu dengan masyarakat sini, tetapi saksi kalian tak ada kan, dan dari awal tidak pernah ada itu, orang yang melaporkan adanya pelanggaran Pemilu," hardiknya.

Ketika Maryamah menanyakan nama pria yang melarang Bawaslu tersrbut, secara spontan dijawab pria ini dengan mengatakan, "Nggak penting," kata pria itu, dalam rekaman video yang ditunjukan kepada pewarta di Tanjungpinang.

Editor: Gokli