Peringatan Satu Abad

Wanita Syarikat Islam Terus Perjuangkan Isu Kepentingan Perempuan
Oleh : Irawan
Sabtu | 08-12-2018 | 08:52 WIB
zul_wsi_valina.jpg honda-batam
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di acara Milad Satu Abad Wanita Syarikat Islam (WSI), di Gedung Nusantara V, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua Umum PP Wanita Syarikat Islam (WSI) Valina Sinka Subekti mengatakan, sejak didirikan, WSI tidak pernah berhenti bergiat dalam program-program pembangunan masyarakat. Khususnya dalam pemberdayaan kaum perempuan.

"Hingga saat ini WSI terlibat aktif memperjuangkan berbagai isu untuk melindungi kepentingan perempuan, anak, dan ketahanan keluarga. Isu kesetaraan dan keadilan gender dan penguatan ekonomi umat menjadi perhatian utama WSI," tegas Valina Sinka dalam peringatan 'Satu Abad Milad WSI' di Kompleks Patrlemen, Senayan Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Hadir Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Agama RI M. Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum PP Syarikat Islam, H. Hamdan Zulva dan lain-lain.

Selain itu lanjut Valina, WSI bergiat pada program kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup untuk mendorong tercapainya berbagai indikator dalam kelangsungan pembangunan, atau sustainable development goals (SDG's).

Karena itu kata Valina, WSI mendukung sepenuhnya segera direalisasikannya UU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) terhadap perempuan.

"RUU PKS ini urgent karena kejahatan seksual, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), pelecehan seksual, pemerkosaan dan incest terus meningkat," ujarnya.

Berkaitan dengan itu, WSI saat bertemu Presiden Jokowi mengusulkan perlunya cuti hamil melahirkan dari 3 bulan menjadi 6 bulan dan 9 bulan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi negara.

"WSI mendorong lahirnya kebijakan yang mengharuskan perkantoran menyediakan tempat penitipan ASI sambil ibunya bekerja, hal itu agar lahir generasi emas yang cerdas. Seperti negara Skandinavia yang memberi cuti selama 2 tahun," jelas Valina lagi.

Sementara Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin saat menghadiri menghadiri acara peringatan 1 abad Wanita Syarikat Islam ini mengaku bersyukur organisasi ini bisa mencapai usia 100 tahun.

"Saya amat bersyukur Wanita Syarikat Islam sudah berusia 100 tahun. Ini patut kita syukuri tidak banyak organisasi kemasyarakatan Islam yang bisa berusia 100 tahun, apalagi organisasi perempuan," kata Lukman.

Dia mengatakan Wanita Syarikat Islam harus bisa memberi kontribusi besar bagi masyarakat. Lukman berharap organisasi ini berfokus pada soal ketahanan keluarga.

"Selamat kepada Wanita Syarikat Islam, mudah-mudahan kita mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi masyarakat kita. Saya semakin bersyukur karena saya mendengar langsung dari ketua kita saat ini hingga ke depan Wanita Syarikat Islam memiliki fokus memberikan ketahanan bagi keluarga. Ini sangat mendasar, tapi kita tahu keluarga adalah unit terkecil, dan perempuan, ibu, adalah sekolah dalam makna luas yang memberikan pendidikan bagi setiap anak manusia," ujarnya.

Pemikiran visioner
Pada kesempatan Ketua MPR Zulkifl Hasan yang juga menghadiri peringatan 100 tahun Wanita Syarikat Islam menegaskan, seluruh rakyat Indonesia saat ini mestinya bangga dengan pemikiran visioner yang dikeluarkan para pendiri bangsa Indonesia. Demokrasi dan Pancasila adalah pemikiran visioner para pendiri bangsa dahulu yang sangat luar biasa.

Contohnya, melalui Bung Karno, bangsa Indonesia telah membicarakan demokrasi dan Pancasila serta keadilan sosial pada 1 Juni 1945. Begitu juga dengan Bung Hatta yang sudah membicarakan soal negara kesejahteraan (welfare state).

"Jadi sudah lama sekali, bahkan sebelum negara-negara lain kepikiran, para pendiri bangsa kita sudah memikirkan, membicarakan, dan merumuskannya. Luar biasanya lagi tetap relevan hingga saat ini. Bayangkan itu," ujar Zulkifli.

Jadi, kata Zulkifli, jika pada tahun politik sekarang bangsa ini seperti terpecah belah karena perbedaan pilihan, itu sama saja menghancurkan hasil jerih payah para pendiri bangsa. Contohnya, menyudutkan umat Islam jika ada aksi dan pemahaman radikal.

Faktanya, umat Islam serta para ulama adalah salah satu elemen utama bangsa yang sangat penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Misalnya, keluar fatwa jihad melawan penjajah oleh K.H. Hasyim Asyari, pekikan tauhid Bung Tomo yang mengobarkan semangat melawan penjajah, juga dalam politik ada Mohammad Natsir dengan mosi integralnya yang menyatukan Indonesia dalam wadah NKRI.

"Untuk itu, saya mengajak marilah kita semua menjaga warisan-warisan para pendiri bangsa kita itu, yakni Pancasila dan nilai-nilai luhur lainnya. Sebab, pada tahun politik yang sengit ini, hal tersebut sangat penting menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa. Pemahaman yang baik akan Pancasila dan nilai-nilai luhur bangsa akan menjadikan tahun politik menjadi begitu menyenangkan, menggembirakan, juga menjadi ajang kebersamaan seluruh rakyat," ucapnya.

Dalam peringatan 100 tahun WSI juga menggelar seminar nasional, meluncurkan gerakan nasional orang tua asuh dan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, bakti sosial berupa cek kesehatan dan pengobatan gratis masyarakat tidak mampu dan akan menggeler Mukernas 'Penguatan Peran Strategis Perempuan dalam Membangun Indonesia Sejahtera dan Berkeadilan' di Jakarta, pada 7-9 Desember 2018.

Editor: Surya