Kemendag Sosialisasikan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Batam
Oleh : Putra Gema
Sabtu | 08-12-2018 | 09:40 WIB
sos-pdn.jpg honda-batam
Ditjen PDN Kemendag saat mensosialisasikan penggunaan produk dalam negeri di Hotel Planet Holiday, Jodoh, Batam, Jumat (7/12/2018). (Foto: Putra Gema)

BATAMTODAY.COM, Batam - Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar sosialisasi penggunaan produk dalam negeri di Hotel Planet Holiday, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (7/12/2018).

Terpilihnya Batam sebagai salah satu dari 15 daerah yang telah dilaksanakan karena Kota Batam memiliki kecenderungan akan produk impor.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Kemendag, Suhanto mengatakan, kegiatan ini mengajak untuk menggunakan produk-produk lokal dan dalam negeri serta diharapkan bisa mengikis kecenderungan masyarakat Batam yang lebih memilih produk impor.

Dengan kegiatan ini juga, diharapkan hadir pengguna baru yang tidak hanya menggunakan produk luar negeri, lebih dari mengajak masyarakat untuk memilih produk dalam negeri dibanding produk-produk impor yang sangat mudah ditemui di Batam.

"Saat ini impor sudah sangat dekat dengan kita, sosialisasi ini kita harapkan meningkatkan konsumsi produk dalam negeri. Dapat melebar ke mana-mana juga," kata Suhanto di sela kegiatan sosialisasi, Jumat.

Suhanto juga menjelaskan, bagaimana peran Kemendag dalam memastikan terjadinya peningkatan ekspor, stabilitasi dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, revitalisasi pasar tradisional yang memang ditugaskan negara. Di mana pihaknya juga berupaya meningkatkan kualitas produk-produk Indonesia hingga bisa bersaing di tingkat lebih tinggi.

"Kemasan dari produk UKM kita yang kalah dari negara lain, kita upayakan perbaikan melalui Rumah Kemasan. Kemasan memiliki poin penting untuk orang memilih suatu produk," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten 2 Bidang Ekonomi, Pemerintah Kota Batam, Pebrialin mengatakan, kedekatan Batam dengan negara tetangga Singapura dan Malaysia memang menjadi tantangan tersendiri, salah satunya adalah masuknya produk-produk luar yang menegasikan produk lokal. Lebih lagi produk-produk lokal Batam belum bisa bersaing dengan produk-produk impor.

Salah satunya adalah kemasan produk yang secara kualitas kalah dengan produk-produk luar. Padahal secara kualitas isi, rasa produk atau kualitasnya sangat disenangi.

"Ada UKM yang menjual produk bawang goreng, isinya sangat disukai, tetapi kemasannya tidak. Hal seperti ini yang akan kita benahi," tutupnya.

Editor: Gokli