PKP

Penderita Kanker Serviks dan Payudara di Karimun Meningkat
Oleh : Wandy
Sabtu | 10-11-2018 | 18:04 WIB
kadinkes-karimun-kanker.jpg honda-batam
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kanker serviks dan payudara saat ini menjadi ancaman bagi setiap wanita. Jumlah penderita terus mengalami peningkatan, sehingga diperlukan pemahaman dan informasi yang tepat agar penyaki tersebut dapat dicegah sejak dini.

Rumah Sakit Bakti Timah mencatat sejak 2015-2018 sebanyak 380 kasus kanker payudara dan serviks sementara di RSUD M Sani Karimun mencatat sejak 2017 sebanyak 158 kasus dan pada 2018 tercatat dari Januari hingga Agustus sebanyak 76 kasus kanker servik dan payudara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi mengatakan, untuk penyakit kanker paling mudah dicegah asal para ibu-ibu khususnya yang sudah pernah berhubungan badan mau memeriksakan dirinya, sehingga kanker dapat dicegah secara dini.

"Yang paling penting itu ibu-ibu mau memeriksakan dirinya sehingga dapat diusahakan pencegahan, kalau sudah stadium 3 itu sangat sulit, namun apabila masih stadium awal inshaaallah masih bisa disembuhkan," kata Rachmadi, Sabtu (10/11/2018).

Menurut dia, Kanker serviks saat ini memiliki metodelogi pencegahan untuk mengetahui secara dini dengan Infekasi Visual Asetat (IVA). Jadi sebelum jadi kanker sudah mengetahui bahwa adanya sel yang resiko mengarah ke kanker.

"Dan saat ini kita bersama teman-teman di Puskesmas untuk menggalakkan pemeriksaan IVA, walaupun hal tersebut tidaklah mudah, pasalnya program tersebut yang relatif masih baru, sehingga ibu-ibu masih banyak yang malu untuk memeriksakan dirinya," jelasnya.

Dijelaskannya, untuk pemeriksaan kanker payudara itu merupakan ranah rumah sakit, namun untuk pemeriksaan positif IVA itu dapat ditangani di Puskesmas yang memiliki alat Klayotrafi.

"Kita memiliki tiga alat tersebut yang kita letakkan di RSUD M Sani dan Puskesmas Balai, sementara satunya lagi rencana akan kita serahkan ke Puskesmas Tanjungbatu karena alat tersebut merupakan hibah dari pusat," tutupnya.

Editor: Gokli