PKP

PT Energi Unggul Persada Produksi Akhir 2019

Kurun Waktu Setahun, BP Batam Telah Optimalkan Pengalokasian Lahan
Oleh : Nando Sirait
Kamis | 08-11-2018 | 12:16 WIB
deputi-III-BP-1.jpg honda-batam
Deputi III BP Batam, Dwiyanto Eko Winaryo. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Deputi III BP Batam, Dwiyanto Eko Winaryo, mengatakan dalam setahun pihaknya telah mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai kurang optimal di Kota Batam. Salah satunya pengalokasian lahan bagi PT Energi Unggul Persada.

PT Energi Unggul Persada yang menanamkan investasi mencapai Rp 1 triliun, mendapat alokasi lahan seluas 8 hektar. Investasi tersebut merupakan realisasi dari Penanaman Modal Dalam Negri (PMDN).

"Dari awal Januari 2018, nilai investasi mencapai Rp 1 triliun (8 hektar) yang merupakan alokasi baru bagi PT Energi Unggul Persada (Wilmar Grup), yang bergerak di bidang refundary palm oil. Saat ini prosesnya sudah 30%. Tahun 2019 akhir, konstruksinya selesai dan mereka bisa mulai produksi," papar Eko, Kamis (8/11/2018).

"Hanya satu perusahaan ini yang bisa kami buka kepada publik, karena alasan privasi," tambah Deputi III BP Batam ini.

Tidak hanya itu sepanjang 2018, ada 20 perusahaan yang sudah disetujui bussines plan oleh BP Batam, dengan nilai investasi mencapai Rp 5,2 triliuan. Dimana hal ini dibagi dalam beberapa bagian mulai dari investasi bidang industri, hingga investasi di bidang pariwisata.

"Ada 20 perusahaan yang disetujui bussines plannya, dengan nilai total investasi hampir Rp5,2 triliun. Di antaranya Rp1,3 triliun dari sektor industri, Rp 1,2 triliun dari sektor jasa (hotel, konvension, mall, perdagangan), Rp2,2 triliun dari sektor pariwisata dan Rp343 miliar sektor perumahan," lanjutnya.

Saat ini sudah melakukan presentasi kepada BP Batam. Dan diakui sudah mendapat persetujan dalam rapat pimpinan yang telah dilakukan sebelumnya. Menurutnya hal inilah yang menjadi salah satu alasab pihak BP Batam, kembali mengoptimalkan adanya lahan yang tergolong tidak digunakan di kawasan Batam.

"Dalam setahun sudah kita lakukan, berusaha mengevaluasi beberapa lahan yang tidak berjalan maksimal. Seperti PT. Energi Unggul Persada nantinya akan menjadi salah satu refundary oil palm yang ada di Batam. Semua nilai investasi kita ambil dari bussines plan masing-masing perusahaan," katanya

Sementara itu, untuk nilai Investasi Rp 2,2 Triliyun pada sektor Pariwisata nantinya akan buat destinasi wisata baru yang timeline dan progresnya sudah mulai dikerjakan.

"Jadi akan ada destinasi wisata baru, rata-rata berada di pantai seperti, terminal yacht,
beach walk way. Dan itu semua time line nya sudah jelas dan progress nya sudah di kerjakan. Namun untuk detailnya saya tidak bisa jelaskan, karena itu menyangkut privasi perusahaan," ujarnya.

Editor: Yudha