PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tertangkap Nonton Film Tak Senonoh di Warnet, 3 Murid SMPN 28 Batam Kena Sanksi
Oleh : Hadli
Selasa | 09-10-2018 | 09:04 WIB
warnet-01.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Tiga murid SMPN 28 Batam yang terletak Perumahan Taman Raya, Batam Center kepergok pihak sekolah menonton konten film tidak senonoh di warnet tidak jauh dari lingkungan sekolah tersebut.

degan tak senonoh itu ditonton melalui jejaring sosial facebook serta WhatsApp. Hal ini merupakan perilaku yang tidak patut dicontoh anak-anak yang lain.

Kepala Sekolah SMPN 28 Batam, Boedhi Kristijorini mengatakan, penangkapan berawal dari informasi bahwa adanya muridnya yang tidak masuk alias bolos sekolah. Warnet yang berada di perumahan itu jadi tempat tongkrongan murid tersebut.

Merasa peduli dengan anak didiknya, pihak sekolah melakukan pengecekan ke lokasi warnet. Alhasil, salah seoeang muridnya sedang asik-asiknya bermain internet.

"Kami panggil, kami tanya kegiatannya apa saja di warnet, pengakuannya ada yang merokok ada yang sekedar nongkrong," kata Boedhi Kristijorini.

Pengakuan itu tentunya tidak membuat pihak sekolah percaya begitu saja. Pihak sekolah pun memeriksa komputer yang belum sempat ditutup muridnya itu. Monitor komputer yang dibuka memperlihatkan chatingan massanger di facebook dan group WA. Di group WA itu tidak hanya anak didiknya.

"Isinya ada gambar-gambar tidak senonoh dan percakapan pribadi yang isinya sangat tidak pantas untuk anak di bawah umur. Tentu temuan ini membuat kami terkejut," akunya.

Ketiga murid itu, dua di antaranya perempuan yang masih duduk di kelas 8 dan satu laki-laki di kelas 7 itu dibawa ke sekolah. Pihak sekolah langsung memanggil masing-masing wali murid untuk membahas solusi terbaik untuk perkembangan muridnya yang tersandung masalah tersebut.

"Setelah kita pertimbangkan dengan betul-betul dan melihat kondisi orangtuanya, kami putuskan untuk mengeluarkan SP3. Dengan catatan anaknya bersedia dan orangtunya memantau perkembangan anak dengan membuat buku agenda kegiatan selama di rumah," kata Boedhi.

Dua orangtua, katanya sepakat, sedangkan satu wali murid lainnya tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut. Anaknya akan dipesantrenkan karena orangtuanya menyadari tidak bisa menjamin mengawasi anaknya karena ayahnya bekerja di Singapura dan ibunya sangat sibuk.

Editor: Gokli