Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Memahami Kegunaan Probiotik untuk Kesehatan Tubuh
Oleh : Redaksi
Senin | 09-07-2018 | 09:52 WIB
bakteri-baik.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Probiotik pada dasarnya merupakan mikroorganisme baik yang dapat mendatangkan segudang manfaat bila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang tepat.

Sejumlah ahli percaya bahwa probiotik bermanfaat untuk tubuh jika dikonsumsi, sementara ada juga ilmuwan lainnya yang tak sepaham.

Perlu diketahui bahwa probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri di saluran pencernaan. Selain itu, bakteri baik ini juga dapat membantu meningkatkan fungsi imunitas tubuh.

Ini berarti, probiotik dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit infeksi seperti diare, infeksi kulit, dan lainnya.

Pada masanya, tidak lama setelah para peneliti menemukan manfaat probiotik, banyak produk makanan yang segera mengusung kandungan tersebut. Namun, banyak ahli tetap mengingatkan bahwa probiotik berbentuk bubuk, pil, yoghurt, dan kefir dengan tambahan strain bakteri tidak akan cocok untuk semua orang.

Dengan peringatan tersebut, lantas masihkah probiotik diperlukan dan bisa ditemukan secara mudah di berbagai macam produk makanan? Dilansir dari laman Mensjournal, kenali faktanya sebagai berikut.

Menyibak fakta di balik kandungan probiotik

Nyatanya, probiotik masih dibutuhkan, khususnya pada orang dengan kondisi tertentu. Konon, mereka yang mengidap gangguan seperti penyakit radang usus, sakit perut, sembelit, dan diare, membutuhkan bakteri sehat yang satu ini.

Hal lainnya yang dijanjikan dari konsumsi probiotik antara lain untuk mengobati alergi, kecemasan, dan obesitas. Kendati demikian, sejumlah penelitian mesti dilakukan lebih lanjut.

"Probiotik berinteraksi dengan sel kekebalan usus Anda untuk membantu mencegah infeksi dan peradangan. Ia juga menciptakan lebih banyak mikroba yang meningkatkan kesehatan usus," ujar Mary Ellen Sanders, peneliti dari International Scientific Association for Prebiotics and Probiotics (ISAPP).

Beberapa hal dapat mengurangi manfaat probiotik, salah satunya ketika Anda sedang mengonsumsi antibiotik. Ini karena pada dasarnya antibiotik bekerja untuk membunuh bakteri penyebab infeksi.

Hal buruk yang terjadi ketika obat antibiotik dan probiotik dikonsumsi yakni dapat menurunkan tingkat bakteri baik di saluran pencernaan. Hal ini memungkinkan patogen berbahaya untuk berkembang.

Manfaat probiotik dalam menjaga keseimbangan bakteri dalam usus bisa berkurang.

Mendapatkan probiotik dari bahan alami

Meski tak akan memberikan manfaat buruk, tetapi konsumsi probiotik dapat terasa percuma jika tidak diimbangi dengan sumber yang baik. Berdasarkan anjuran dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, Anda dapat mencoba sederet makanan berikut:

1. Yoghurt

Pada yoghurt, Anda bisa menemukan sejumlah probiotik seperti Streptococcus thermophilus, Lactobacillus bulgaricus, L. Acidophilus dan Bifidobacterium bifidum.

2.Tempe

Bangsa Indonesia perlu merasa bangga dengan makanan ini. Tempe, yang terbuat dari fermentasi kedelai, mengandung sejumlah bakteri baik yang memproduksi vitamin B12.

3. Kimchi

Makanan khas negara Korea ini, mengandung bakteri asam laktat Lactobacillus kimchii yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Kimchi yang terbuat dari sayuran kol yang difermentasikan ini tinggi akan vitamin dan mineral.

4. Keju

Meski tak semua jenis keju mengandung probiotik, tetapi ada beberapa jenis keju seperti keju gouda, cheddar, dan mozzarella mengandung bakteri baik. Selain, itu keju juga merupakan sumber protein dan kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan tulang.

"ISAPP menyebutkan bahwa probiotik adalah mikroorganisme (bakteri dan jamur) hidup yang apabila diberikan dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi orang-orang yang mengonsumsinya," kata dr. Nadia, menegaskan fungsi probiotik yang bisa bermanfaat.

Intinya, probiotik masih perlu untuk dikonsumsi demi menjaga kesehatan pencernaan Anda. Namun, ingat untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.

Sumber: Klikdokter.com
Editor: Gokli