Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lanal Dabo Singkep Tangkap Kapal Penyelundup 800 Kg Bijih Timah
Oleh : Redaksi
Rabu | 23-05-2018 | 10:55 WIB
Danlanal-dabo-dan-kedua-tsk.jpg Honda-Batam
Danlanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto MTr Hanla, bersama kedua tersangka penyelundup 800 Kg bijih timah (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dabo Singkep beberapa hari yang lalu berhasil menangkap sebuah kapal kayu (pompong) yang sedang mengangkut bijih timah di Perairan Sedamai, Kecamatan Singkep, Lingga.

Melalui keterangan pers yang disampaikan ke redaksi BATAMTODAY.COM, Rabu (23/5/2018), Komandan Lanal Dabo Singkep, Letkol Laut (P) Agus Yudho Kristianto MTr Hanla, mengatakan bahwa jajaran Lanal Dabo Singkep telah melakukan penangkapan dan juga mengamankan dua tersangka beserta beberapa barang bukti (BB) berupa 800 Kg pasir timah atau sebanyak 20 karung.

Penangkapan itu dilakukan atas dugaan penyelundupan pasir Timah ilegal di perairan laut Desa Sedamai, Rabu (16/5/2018) malam yang menggunakan kapal bermesin dompeng 33 PK dari Provinsi Bangka, atau tepatnya pada posisi 0 21.953 S - 104 39.514 E.

"Hasil keterangan sementara dari dua tersangka yang diamankan menyebutkan, bijih pasir timah tersebut rencananya akan dibawa dari Dabo Singkep menuju Bangka. Dan sekarang kapal pompong sebagai transportasi angkutan sudah diamankan di Posmat TNI AL Dabo, sekaligus dilakukan penahanan di Mako Lanal Dabo Singkep" ujar Letkol Laut (P) Agus Yudho.

Selanjutnya dikatakan, kronologis penangkapan tersebut berawal dari informasi nara sumber terpercaya tentang adanya kegiatan loading bijih pasir timah dari darat ke kapal pompong nelayan di perairan Sedamai. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dan diteruskan ke Patkamla Dabo Singkep yang sedang melaksanakan patroli di seputaran Perairan Kote - Tanjung Kruing.

Pada saat kapal pompong nelayan yang mengangkut bijih pasir timah tersebut meninggalkan Pantai Sedamai, Patkamla Dabo Singkep langsung melakukan penyekatan di laut, kemudian dilaksanakan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid) terhadap kapal pompong tersebut sampai dengan pompong ditangkap paparnya.

Pada saat ditangkap kapal pompong nelayan dengan ciri-ciri cat kayu, body kayu bermesin Dompeng 33 PK tersebut terbukti mengangkut 20 karung bijih timah yang akan diselundupkan ke Pulau Bangka, sehingga nakhoda berinisial "LU" dan seorang yang bertugas mencari dan pengecekan bijih timah berinisial "YA" tidak bisa berkutik saat dilakukan penangkapan dan langsung dikawal menuju Posmat TNI AL Dabo.

Menurut keterangan kedua tersangka, bijih timah tersebut dibeli dari penyedia barang berinisial "A" yang juga warga Desa Lanjut. Sampai saat ini para pelaku beserta barang bukti (BB) sedang dilaksanakan penahanan di Mako Lanal Dabo Singkep untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Editor: Udin