Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Najib Razak dan Istrinya Resmi Dicekal Imigrasi Malaysia
Oleh : Redaksi
Sabtu | 12-05-2018 | 12:28 WIB
twt-najib.jpg Honda-Batam
Pernyataan Najib Razak di Twitter. (Tempo.co)

BATAMTODAY.COM, Batam - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, resmi dicekal. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Imigrasi Malaysia, Mustafar Ali, yang mengatakan Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, telah dilarang meninggalkan negara.

Larangan itu diterbitkan beberapa jam setelah Najib menyangkal masuk dalam daftar hitam imigrasi Malaysia, Sabtu, 12 Mei 2018.

"Iya, sudah terkonfirmasi," kata Mustafar, seperti dikutip dari situs malaymail.com pada Sabtu, 12 Mei 2018.

Sementara itu, kabar pencekalan ini juga dikonfirmasi oleh Najib melalui akun Facebook miliknya. Lewat akun Facebook itu, Najib juga mengklarifikasi kalau dia dan keluarganya hendak cuti setelah selesainya Pemilu Malaysia ke-14 dan hendak merenungkan keputusannya mengenai posisinya sebagai Presiden UMNO dan pengurus Barisan Nasional.

Sebelumnya, situs wsj.com pada Sabtu, 12 Mei 2018, mewartakan Najib akan dicegah meninggalkan negara setelah sebuah daftar manifest memperlihatkan dia telah memesan penerbangan ke Indonesia melalui sebuah jet pribadi pada Sabtu pagi, 12 Mei 2018. Najib dan Rosmah hanyalah dua penumpang dalam jet tersebut.

Kabar langkah pencekalan terhadap Najib dan istrinya meninggalkan negara, diperoleh dari sumber dekat di pemerintah Malaysia. Sumber-sumber tersebut telah mengkonfrimasi detail daftar penumpang yang memperlihatkan Najib dan pasangannya akan terbang dari sebuah bandar udara kecil di Kuala Lumpur ke Jakarta, Indonesia.

Kepergian Najib tersebut dilakukan tak lama setelah Perdana Menteri Malaysia terpilih, Mahathir Mohamad, menyatakan akan membuka kembali sebuah investigasi terkait tuduhan bahwa Najib telah memindahkan uang dari lembaga investasi 1 Malaysia Development Bhd atau 1MDB.
Otoritas Amerika Serikat menuduh ada setidaknya US$4.5 miliar dana 1MDB yang telah disalahgunakan pada rentan waktu 2009 dan 2015, termasuk dana US$681 juta yang diduga masuk ke rekening Najib. Atas rentetan tuduhan itu, Najib dan lembaga 1MDB menyangkal telah melakukan kesalahan.

Sumber: Tempo.co
Editor: Gokli