Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gubernur Segera Temui Asosiasi Pengusaha Terkait Penolakan KEK Batam
Oleh : Hadli
Selasa | 08-05-2018 | 16:16 WIB
nurdin-lagi114.jpg Honda-Batam
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. (Foto: Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan perubahan status free trade zone (FTZ) Batam ke Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) tetap jalan meski mendapat penolakan dari sejumlah asosiasi pengusaha.

Nurdin mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha untuk menyikapi masukan dari pengusaha yang menuntut kepastian hukum dalam pembentukan KEK Batam.

"Nanti akan saya sampaikan langsung kepada pengusaha," kata dia usai peletakan batu pertama pembangunan gedung instalasi gizi, instalasi laundry dan instalasi farmasi RS Bahayangkara Polda Kepri di Batubesar, Selasa (8/5/2018).

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak 15 Asosiasi Pengusaha di Kepulauan Riau, menandatangani pernyataan untuk menolak perubahan kekhususan Batam dari status Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dalam pernyataan yang tertuang dalam surat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri NO: 39/KU/Kadin-Kepri/IV/2018 dengan perihal usulan dan tanggapan KEK Batam yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo.

Menanggapi penolakan tersebut, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menegaskan transformasi status free trade zone (FTZ) Batam ke Kawasan Khusus Ekonomi (KEK) tetap jalan, meski adanya penolakan dari sejumlah asosiasi pengusaha.

Hal ini disampaikan, mengingat peralihan status FTZ menjadi KEK merupakan kebijakan Pemerintah Pusat. Sementara, BP Batam hanya menyiapkan dan memastikan kebijakan itu berjalan dengan baik.

"Ini kebijakan pusat, tugas kami adalah menyiapkan agar yang dikhawatirkan pengusaha tidak terjadi. Memang konsen pengusaha yang perlu dikaji lebih lanjut. Terutama bagaimna investasi di KEK dan zona-zona yang tidak masuk KEK," kata Lukita, usai pembukaan Kejurnas Drag Bike di Temenggung Abdul Jamal, baru-baru ini.

Dalam waktu dekat BP Batam akan mengundang tim teknis Dewan Kawassan (DK), Tim Bea Cukai dan seluruh pengusaha di Batam.

Editor: Yudha