Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Fahri Hamzah Akhirnya Seret Sohibul Iman ke Polisi
Oleh : Irawan
Selasa | 06-03-2018 | 15:26 WIB
fahri_hamzah_dpr17.gif Honda-Batam
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah akan melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman ke polisi. Fahri menuduh Sohibul telah menyebarkan fitnah, permufakatan jahat, dan pemalsuan dokumen terkait pemecatannya di partai yang berimbas pada posisinya di DPR.

"Insya Allah, saya lagi siapkan berkas-berkasnya karena menurut saya pelanggaran UU yang dilakukan oleh pimpinan PKS ini sudah agak fatal. Jadi saya akan terpaksa menggunakan kembali media pengadilan untuk tuntutan pidana," kata Fahri kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Sepert diketahui, sebelumnya Sohibul sempat mengungkapkan bahwa Fahri bersedia meninggalkan posisinya sebagai wakil ketua DPR. Tetapi kata Sohibul, Fahri pada akhirnya tidak memenuhi janji itu.

Sohibul lantas menuding Fahri pembohong. "Begitu masuk Desember (2015), enggak mau (mundur). Apa itu bukan bohong? Bohong itu namanya dan membangkang namanya," kata Sohibul di Jakarta, Kamis (1/3/2018) lalu.

Melanjutkan pernyataannya, Fahri yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI itu menyampaikan alasan soal rencana melaporkan Sohibul ke polisi. Pertama-tama pemalsuan yang telah dilakukan Sohibul.

"Kalau kemarin kan tuntutan perdata, kalau sekarang ini tuntutan pidana. Cukup bukti buat saya untuk menyeretlah ya," tekadnya.

Jadi artinya, lanjut Fahri, Sohibul telah mengumumkan kepada kader itu berita palsu. Bagian dari pemalsuan ini, dia (Sohibul) perintahkan kepada ketua MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) waktu itu, sampai kemudian digantikan (ketua) MKD-nya.

"Dia itu kacau. Jadi saya kasih tahu ya, akhlaknya itu betapa kacaunya. Saya enggak boleh diundang, enggak boleh ketemu kader, kaya semalam Pak Hidayat menikahkan anaknya di Ritz-Carlton, saya itu enggak diundang. Jadi hubungan pribadi kita juga udah enggak ada," bebernya.

Karena itu Fahri merasa dirinya seperti alien. Sebab, seluruh akses terhadap PKS baik secara pribadi maupun organisasi sudah tidak tersedia. Padahal, Fahri adalah salah satu pendiri partai PKS itu.

"Jadi kita ini tiba-tiba menjadi alien. Di PKS tuh begitu, yang pimpinan sekarang. Kayak alien saya, enggak boleh lagi punya hubungan pribadi," keluhnya.

Selain itu, Fahri menuduh menyebarkan berita bohong terkait pemecatannya dari partai dan kenggotaannya di DPR. Padahal, menurut dia putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta telah memenangkan dirinya sehingga ia menilai tidak bisa dipecat dari partai dan DPR.

"Apa yang dilakukan dia (Sohibul), telah merusak sistem partai yang semestinya mengedepankan putusan hukum dalam menghadapi sengketa ini," pungkas anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Editor: Surya