PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam Tatap Muka dengan Kadin Kepri, Ma'ruf Apresiasi Langkah Cepat Lukita
Oleh : Roni Ginting
Jum\'at | 10-11-2017 | 10:38 WIB
Lukita-bertemu-Kadin-Kepri.jpg honda-batam
Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (tengah) bersama jajaranya saat melakukan tatap muka dengan Kadin Kepri di Ruang Presentasi, Gedung Marketing Center BP Batam, Selasa. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau mengapresiasi langkah komunikatif dan tanggap dari Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, yang dalam jangka waktu singkat telah merancang komunikasi dengan serangkaian pemangku kepentingan di Batam, khususnya para pelaku usaha.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung Ketua Kadin Kepri Ma'ruf Maulana, yang melakukan anjangsana dengan Pimpinan BP Batam di Ruang Presentasi Gedung Marketing Center BP Batam, Batam Centre, Selasa (8/11/2017).

Dalam kesempatan itu Ma'ruf Maulana mengatakan, apa yang telah dirancang Kepala BP Batam telah mewakili apa yang diharapkan pengusaha.

"Semua yang ingin kami bahas sudah bapak akomodir dalam rencana bapak, terkhusus masalah Perka," ucap Ma'aruf, yang mendapat tepukkan tangan dari belasan anggota Kadin Kepri yang ikut dalam anjangsana tersebut.

Lukita yang didampingi Anggota 2 Yusmar Anggadinata, Anggota 3 Dwianto Eko Winaryo, beserta jajaran pejabat Eselon II BP Batam, mengatakan pertemuan dirancang secara maraton guna mendapatkan masukan-masukan dari semua kalangan tanpa terkecuali dalam rangka menggerakkan dan menggairahkan kegiatan investasi di Batam.

Di mana, pertumbuhan ekonomi Batam yang tahun-tahun ini dikatakan merosot bisa kembali melesat sebagaimana target yang telah ditetapkan Lukita dan jajaran, yakni bagaimana membangun kawasan ekonomi Batam bersama untuk maju dalam 2 tahun tumbuh 7 persen.

Dalam merancang upaya jangka pendek (Quick Win 100 hari) maupun jangka panjang (selama 2 tahun target) Kepala BP Batam berfokus pada bagaimana membentuk iklim investasi yang baik yang memberikan dorongan agar kegiatan usaha itu dapat berkembang.

Dalam pertemuan-pertemuan ini, Lukita ingin mengetahui apa saja keluhan dan masukan dari semua pengusaha. Dan, dari sejumlah pertemuan yang telah berlangsung diantaranya pertemuan dengan REI Batam, HKI, dan Kepelabuhanan beberapa waktu lalu, Lukita dan jajaran telah merancang langkah yang akan dilakukannya selama 100 hari kerja atau yang disebut Quick Win 100 hari kerja.

Quick win 100 hari kerja Kepala BP Batam beberapa diantaranya adalah revisi Perka terkait lahan, UWTO dan pelabuhan, penyelesaian masalah perizinan lahan dan pencabutan lahan, percepatan pelayanan berusaha dan peluncuran 'Mall Pelayanan Publik', peningkatan komunikasi BP Batam dengan pemangku kepentingan di Batam, peluncuran Master Plan jangka panjang.

Selanjutnya, penanganan permasalahan sosial terkait lahan, rancangan reorganisasi BP Batam, review/revisi tarif pelayanan BP Batam (tarif bandara), pelaksanaan event internasional dan nasional secara berkala dan Persiapan pembentukan KEK.

Dalam rangka tersebut, Lukita meyakini untuk mencapai itu semua BP Batam tidak bisa sendiri. Ia meyakini bahwa jalan memperbaiki Batam ialah dengan bergandengan tangan dan mengajak mitra BP Batam agar bersama mengedepankan kepentingan masyarakat dan kepentingan dunia usaha.

Kadin Kepri dalam forum ini juga mengusulkan sejumlah masukkan diantaranya adalah prasyarat investor yang bisa mendapatkan kemudahan i23J. Ke depan mereka harapkan tidak dibatasi pada jumlah minimal investasi 50 miliar sehingga ada keleluasan bagi investor sebesar-besarnya untuk beinvestasi di Batam.

Mengharapakn BP Batam menindaklanjuti regulasi di pelabuhan secara keseluruhan yang dinilai memberatkan proses ekspor dan impor perusahaan dan mulai mengacu pada negara tetangga yang sedang bersaing dengan Batam yakni Vietnam yang telah lebih dulu menggunakan sistem Just in Time di pelabuhan. Revisi Perka adalah mengakomodir kepentingan bersama dan melibatkan semua pihak di dunia usaha agar tidak menghasilkan Perka sepihak, serta mewujudkan Master Plan Batam yang mengakomodir arah pengembangan Batam sebagai poros maritim.

Editor: Gokli