Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BNI Luncurkan Kartu Pekerja Indonesia-Malaysia
Oleh : Redaksi
Senin | 06-11-2017 | 10:50 WIB
KIPS.jpg Honda-Batam
Ilustrasi - Kartu Pekerja Indonesia Singapur yang telah diluncurkan BNI, beberapa waktu lalu. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Kuala Lumpur - Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan Kartu Pekerja Indonesia - Malaysia (KPIM) di sela-sela acara Panggung Kesenian Nusantara 2017 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Minggu (5/11/2017).

Peluncuran KPIM yang dihadiri ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan komedian, Cak Lontong.

Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja, Heri Sudarmono, Managing Director Institutional Relation & Transaction Banking Banking Bank Negara Indonesia (BNI), Adi Sulistyowati, Diirektur BPJS Ketenagakerjaan, Enda Elyas Lubis.

"Kartu pekerja sebelumnya diluncurkan di Singapura, Hong Kong, Taiwan dan sekarang di Malaysia. Ini merupakan komitmen BNI dalam membantu pemerintah dalam pemberdayaan tenaga kerja," ujarnya.

Sulistyowati mengatakan selain memberikan kemudahan bagi TKI melakukan transaksi juga untuk mendukung program pemberdayaan tenaga kerja.

"Kartu ini diharapkan mempunyai dua fungsi. Pertama bisa dimanfaatkan pemerintah sebagai database. Kedua secara finansial juga bisa digunakan sebagai kartu debet," ucapnya.

Dengan penggunaan sebagai kartu debet, ujar dia, agar para TKI bisa langsung melakukan transaksi ke Indonesia tidak perlu lagi datang ke ATM, ke "remittance" dan bank serta dengan "mobile banking" menggunakan handphone negara setempat.

"Ini juga memberikan TKI keringanan dalam biaya. Selama ini kalau menggunakan remittance RM 30. Dengan kartu ini menjadi ringan. Kalau uang sudah ada pada kita tidak ada biaya lagi ke Indonesia," tuturnya.

Ia mengatakan untuk membuka rekening cukup dengan mobile banking BNI atau laman BNI.

"Kami juga bekerja sama dengan sepuluh mitra kita sehingga kalau mereka membutuhkan uang secara cash bisa mendatangi remittance kita yang ada di Malaysia," imbuhnya.

Database yang sudah masuk bisa juga digunakan untuk mengajukan kredit baik ketika hendak berangkat maupun setelah aktif di Malaysia.

"Kami juga akan melakukan pelatihan dengan KBRI dengan harapan mereka ke depan bisa menjadi wirausaha. Dengan gaji melalui kita akan diberikan kredit rumah, warung dan sebagainya," tambahnya.

Ia mentargetkan KPIM pada tahap awal bisa menyasar 300.000 pekerja di kantong-kantong TKI.

"Cara memiliki kartu debet BNI atau KPIM bisa menghubungi perwakilan remittance atau masuk melalui website (laman) https://eform.bni.co.id/kcln," katanya.

Sumber: ANTARA
Editor: Gokli